Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Terima Orang Bugis sebagai Saudara

Salman Busrah • Sabtu, 11 Juli 2020 | 09:03 WIB
PENYAMBUTAN: Bupati Ketapang, Martin Rantan, disambut dengan protokol Covid-19, saat menghadiri acara Penyucian Pusaka Warisan Bugis, Rabu (8/7) malam di Hotel Grand Zuri Ketapang. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST
PENYAMBUTAN: Bupati Ketapang, Martin Rantan, disambut dengan protokol Covid-19, saat menghadiri acara Penyucian Pusaka Warisan Bugis, Rabu (8/7) malam di Hotel Grand Zuri Ketapang. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST
KETAPANG – Bupati Ketapang Martin Rantan berharap kepada masyarakat Ketapang agar membuka diri dan menerima orang Bugis sebagai saudara. Ajakan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri acara Penyucian Pusaka Warisan Bugis yang diadakan oleh Dewan Pengurus Daerah Forum Komunikasi Orang Bugis (FKOB) Ketapang di Hotel Grand Zuri Ketapang, Rabu (8/7) malam.

"Kita harus bersatu untuk membangun Kabupaten Ketapang sehingga Kabupaten Ketapang ini menjadi kabupaten yang maju menuju masyarakat sejahtera," ajak Martin dalam acara yang mengusung tema Dengan meningkatkan nilai-nilai budaya Bugis kita tingkatkan persatuan dan kesatuan di Kabupaten Ketapang tersebut.

Dalam sambutannya Bupati mengungkapkan, jika dilihat dari sejarah yang ada di Indonesia, maka suku Bugis merupakan suku yang mempunyai kemampuan bertualang. Suku ini diakui dia mempunyai pelaut-pelaut hebat, saudagar-saudagar hebat, dengan cerita yang terkenal seperti Hangtuah dan lain sebagainya.

"Orang tua saya dari dulu sudah bersahabat dengan orang Bugis dan orang Melayu di Tumbang Titi. Jadi bagi saya dan keluarga, persahabatan dengan masyarakat suku Bugis adalah hal yang sudah terjadi sejak zaman orang tua kami," kata Martin.

Bupati juga menyampaikan bahwa dalam melaksanakan kegiatan menyuci pusaka ini, dihadiri hampir seluruh ketua etnis yang ada di Kabupaten Ketapang. "Jadi artinya bahwa acara pada malam hari ini bukan cuma mendapat dukungan dari Bupati, tetapi juga dari Forkompimda, dari ketua DPRD, dan dari kita semua yang hadir di sini," ucapnya.

Martin berharap supaya FKOB  juga mendaftarkan diri di Kesbangpol, sesudah itu melengkapi seluruh dokumen keberadaan di Pemda Ketapang. Dengan demikian, diharapkan dia nantinya Pemerintah Daerah bisa mengalokasikan dana pembinaan untuk koordinasi FKOB ini.

"Untuk rumah adat saya memang bercita-cita di Ketapang ini ada perkampungan budaya, yang sekarang sudah dimulai adalah dari Dewan Adat Dayak, Paguyuban Jawa, MABM, Ikatan Keluarga Madura sudah mengusulkan, kalau ikon kita yaitu Keraton Matan, sudah tinggal kita pelihara," ucapnya.

Dia mengungkapkan, Ketapang sudah melakukan upaya untuk membina organisasi etnis dan memfasilitasi beberapa etnis yang ada dalam pembangunan rumah adat. Dalam rangka menghadapi Pilkada 2020 ini, dia berharap kepada masyarakat Kabupaten Ketapang tetap mampu melaksanakan dengan damai, dengan aman, tanpa melihat perbedaan suku dan perbedaan agama perbedaan asal-usul dan sebagainya.

"Kalau kita menggarisbawahi apa yang disampaikan panitia tadi bahwa perbedaan itu penting, karena kalau tanpa perbedaan, kita tidak ada kerukunan. Oleh sebab itu, walaupun kita berbeda, yang paling penting kita jaga keamanaan di Kabupaten Ketapang ini, baik Pilpres, Pilkada, Pemilu, supaya dengan kerukunan kita bisa kompak, kita bisa membangun Ketapang ini hingga menjadi Kabupaten yang maju dan sejahtera," pungkasnya. (afi) Editor : Salman Busrah
#ketapang