Ketua Komisi IV DPRD Kalbar, Subhan Nur menyebutkan bawah Kawasan Temajok Sambas Kalbar, memang sudah ditetapkan sebagai kawasan strategis wisata nasional. Hanya memang di sana soal komunikasi kerap menjadi kendala para pelaku wisata.
Misalnya saja, penempatan akses kartu Anjungan Tunai Mandiri/Automated Teller Machine (ATM) belum ada, karena terkendala akses sinyal. Belum lagi di beberapa titik di Temajo sinyal handphone juga akan susah diperoleh.
"Nah ini juga mejadi problem pihak terkait. Harusnya memang ke depan harusnya bisa menjadi tempat bertransaksi andai akses seperti ATM sudah tersedia," pungkasnya.
Penyediaan berbagai fasilitas kemudahan bagi pelaku wisata perlu didorong. Sebab status Kawasan Temajok Kabupaten Sambas sudah tercatat di tingkat nasional.
Selain kawasan Temajok Kabupaten Sambas, tempat lain yang bisa menjadi kawasan destinasi wisata yakni Tugu Titik Nol yang juga bisa ikut mendukung kawasan destinasi wisata.
"Kami meminta Pemda membebaskan daerah jalan di titik nol.Sehingga tidak ada masalah lagi dengan kawasan di titik nol,” pungkasnya.
Di sisi lain, Kalimantan Barat tidak sedikit tempat-tempat wisata menjanjikan dan layak sebagai destinasi wisata. Pada beberapa kabupaten memiliki area wisata yang sudah dikenal. Selain pariwisata sejarah juga pariwisata meliputi adventure, pantai termasuk wisata kuliner. "Ini perlu dikembangkan," ujarnya.
Desa Temajuk sendiri adalah bagian dari Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Wilayahnya merupakan desa terakhir berbatasan langsung dengan Malaysia. Letaknya persis di bagian ekor sebelah barat laut Pulau Kalimantan.
Berjarak +/-350 km dari Kota Pontianak, ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, menuju arah utara. Desa ini hanya berjarak +/-4 km dari Kampung Teluk Melano, Malaysia.
Nah, keberadaan Desa Temajuk tidak lepas dari sejarah masuknya paham Komunis sekitar tahun 60-70-an. Desa ini dulunya salah satu jalur masuk paham Komunis di Kabupaten Sambas.
Temajuk merupakan singkatan dari Tempat Masuk Jalur Komunis. Posisinya yang berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan dan Laut Natuna, dan berada di bagian ekor Kalimantan menjadikan Temajuk sangat strategis untuk dijadikan tempat pertahanan.
Sekitar tahun 1980-an pada masa kejayaan kayu, Temajuk menjadi tempat persinggahan para pekerja kayu logging yang sebagian besar berasal dari daerah Teluk Keramat dan Jawai. Mereka awalnya menjadikan Temajuk tempat singgah, kemudian menetap hingga sekarang.
Temajuk menjadi desa secara definitif sejak 2002, hasil pemekaran dari Desa Sebubus. Sejak adanya sengketa tapal batas wilayah Camar Bulan (salah satu dusun di Desa Temajuk), Temajuk seolah menjadi magnet. Bukan hanya karena permasalahan antar-negara, tapi juga potensi keindahan dan kekayaan alamnya.(den) Editor : Salman Busrah