Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Untan Village; Sulap Pekarangan jadi Lahan Bercocok Tanam

Salman Busrah • Sabtu, 6 Maret 2021 | 09:10 WIB
SAYUR: Pekarangan Untan Village miliki belasan jenis tanaman sayur dan buah-buahan. MIRZA/PONTIANAKPOST
SAYUR: Pekarangan Untan Village miliki belasan jenis tanaman sayur dan buah-buahan. MIRZA/PONTIANAKPOST
Berkebun dengan menanam aneka buah dan sayuran tampaknya menjadi tren bagi individu ataupun kelompok di tengah pandemi Covid-19 sekarang. Untan Village merupakan satu di antaranya. Di sana terdapat belasan sayur dan buah-buahan ditanam dalam pekarangan yang dulunya kosong itu.

 

MIRZA AHMAD MUINPontianak

PANDEMI Covid-19 tidak mesti berpasrah diri. Adanya aturan diam di rumah oleh pemerintah, membuat banyak masyarakat justru semakin kreatif. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami dengan berbagai aneka sayur dan buah-buahan.

Hal ini juga dilakukan oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung da;am Unit Pengelolaan Pertanian Organik (UPPO). Lahan kosong yang terletak di samping Rusunawa Mahasiswa Untan, dimanfaatkan mereka buat bercocok tanam. Pekarangan tersebut dinamai Untan Village.

Founder Rumah UPPO, Renopati mengatakan, keberadaan UPPO ini merupakan inisiasi anak-anak muda dan alumni Untan dalam memanfaatkan pekarangan kosong. Selain itu, Untan Village juga sebagai wadah membentuk karakter dan mendidik mahasiswa yang menempati rusunawa. Ada 13 jenis tanaman sayur dan buah yang dikembangkan oleh UPPO.

"Di antaranya, cabai, terong, timun, labu, kangkung, bunga kol, bayam, seledri, dan sebagainya," ujarnya, Jumat  (5/3).

Renopati menambahkan, berbagai jenis tanaman ini merupakan sayur dan buah organik. Sayur organik tersebut dikembangkan dengan menggunakan pupuk organik yang terbuat dari sampah rumah tangga. Dengan memanfaatkan limbah rumah tangga ini setidaknya sebagai upaya mengurangi penumpukan sampah di daerah perkotaan.

"Jadi kami di sini menggunakan teknologi mandiri pengolahan sampah organik," ungkapnya.

Proses pengelolaan sayur dan buah di Untan Village ini berbeda dari produk olahan organik lainnya, karena bibit dan pupuk yang digunakan dikelola secara mandiri dengan teknologi pertanian yang dimiliki. Ia berharap Untan Village bisa menjadi percontohan bagi masyarakat.

"Di sini sudah ada pengembangan madu kelulut, pertanian terpadu dan pengolahan sampah terpadu yang bisa menjadi unggulan di Untan," katanya.

Dalam waktu dekat, pihaknya berencana membuat griya sehat untuk menyuplai buah-buahan sehat seperti pepaya, jeruk dan pisang. Hasil budidaya sayur dan buah-buahan Untan Village rencananya akan dipasarkan ke masyarakat sebagai sayur organik yang bisa dikonsumsi masyarakat.

"Ke depannya kami juga akan berkolaborasi dengan instansi-instansi terkait untuk memperluas pemasaran hasil budidaya di Untan Village," terangnya.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi upaya UPPO yang melibatkan mahasiswa dalam memanfaatkan pekarangan kosong. "Meskipun di tengah pandemi, mereka masih tetap produktif dengan menanam sayur dan buah," tuturnya.

Untan Village yang ada ini selaras dengan program Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak yang mencanangkan program gerakan menanam cabai dan sayuran di pekarangan masing-masing. Pihaknya juga berupaya meningkatkan kualitas distribusi dan memperhitungkan kebutuhan pangan yang diprediksi memengaruhi angka inflasi.(**)

 

 

 

  Editor : Salman Busrah
#untan