Keluarga besar Gubernur Sutarmidji beserta kerabat dan handai taulan ikut mengantarkan almarhumah ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Jalan Merdeka, Gang Merak 1, Kelurahan Mariana, Kecamatan Pontianak Kota. Sutarmidji tak mampu membendung air matanya saat melepas ibunda untuk terakhir kali.
Sambil menahan haru, Midji atas nama keluarganya meminta maaf yang sebesar-besarnya jika ada yang tidak berkenan dengan ibunya semasa hidup. Ia juga mengucapkan terima kasih atas doa yang disampaikan semua pihak untuk almarhumah. "Kami atas nama keluarga meminta maaf yang sebesar-besarnya jika dalam sehari-hari ada yang merasa tidak berkenan saat berhubungan dengan beliau," ucapnya terbata-bata.
Ia memastikan sang ibu meninggal dalam kondisi negatif Covid-19. Hal itu telah dibuktikan dari hasil lab PCR terakhir terhadap almarhumah. Memang menurutnya beberapa waktu lalu sang ibu sempat terjangkit Covid-19, namun telah dinyatakan sembuh. “Beliau meninggal karena ada stroke yang kami dari anak-anaknya tidak mengetahui. Setelah ada CT scan baru mengetahui, karena memang tidak ada gejala,” katanya.
Tiga hari sebelum wafat sang ibu sempat masuk ke rumah sakit (RS) dan dirawat. Kemudian dinyatakan meninggal kemarin, setelah diketahui CO2 (karbondioksida) di dalam darahnya cukup tinggi mencapai 87 persen. Ditambah ada riwayat penyakit asma yang diidap almarhumah selama hidup.
Sabtu pagi kemarin, Midji masih sempat memberikan minuman susu kepada sang ibu. Hingga akhirnya almarhumah mengembusakan napas terakhir siang hari usai azan zuhur. “Kami sekeluarga telah mengikhlaskan,” katanya.
Midji bersama saudara-saudara kandungnya tahu benar bagaimana perjuangan almarhumah membesarkan anak-anaknya hingga saat ini. Ia pun berterima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dan terlibat membantu proses pemakaman hingga selesai.
“Kami mohon maaf apabila ada hal tidak nyaman selama hidup (almarhumah) dan saya mohon kalau ada kaitan utang piutang dan sebagainya kami mohon diselesaikan dengan keluarga,” tutupnya.
Salah satu kerabat almarhumah, Leni (65) mengenal sosok Hj. Djaedah sebagai orang yang baik hati. "Almarhum adalah ipar mama. Orangnya baik," kata Leni usai menghadiri pemakaman.
Leni mengaku cukup dekat karena sudah mengenal almarhumah sejak dirinya masih kecil. Menurutnya, keluarga mengenang almarhumah sebagai sosok yang ramah dan senang menolong. "Ramah orangnya. Kami itu dulu sering kumpul keluarga. Baru semenjak Covid-19 ini kami jarang ketemu," katanya.
Meski kepergian almarhumah menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga, dirinya berharap dan berdoa agar almarhumah husnul khatimah, diterima segala amal baik, dan diampuni segala dosanya. "Saya masih terkenang-kenang dengan kebaikan almarhumah. Kami doakan saja semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," pungkasnya.
Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan yang juga hadir beserta istri ke pemakaman juga turut mengucapkan belasungkawa kepada Gubernur Sutarmidji sekeluarga. Norsan meminta agar semua pihak mendoakan ibunda Gubernur Kalbar husnul khatimah serta diterima amal ibadah dan dimasukkan dalam surga Allah SWT.
"Kami sekeluarga dan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Kalbar turut berduka cita atas meninggalnya ibunda Gubernur Kalbar Sutarmidji," katanya.
Di tempat yang sama, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono juga menyampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya ibunda Djaedah, orang tua dari Gubernur Kalbar Sutarmidji dan Sekda Kota Pontianak Mulyadi.
"Saya atas nama pribadi dan sekeluarga beserta Pemerintah Kota Pontianak mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya ibunda Hj. Djaedah," ujarnya saat diwawancarai usai pemakaman.
Mendiang Hj. Djaedah, dikenal Edi sebagai orang yang baik dan sangat sabar. Ketika ia bertemu Hj. Djaedah semasa hidup, ia melihat tipikal seorang ibu yang menjaga dan melindungi keluarga. "Ketika saya bertemu, kelihatan sekali beliau tipikal ibu yang ngemong," katanya.
Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini. "Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah,SWT," tutupnya.(bar/sti) Editor : Super_Admin