Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mencari Catatan Hilang 36 Tahun Silam

Salman Busrah • Minggu, 6 Juni 2021 | 13:51 WIB
Photo
Photo
WAKTU 36 tahun, bukanlah waktu yang singkat. Boleh dikatakan seusia kekuasaan orde baru yang dulu banyak dihujat, namun sekarang dirindukan itu.

Tetapi ini bukan berita politik yang ingin diketengahkan, melainkan kisah seorang Profesor Ilmu Hukum yang kehilangan catatan penting Filsafat Hukum, sekitar 36 tahun silam yang hingga sekarang masih misterius.

Filsafat Hukum tentu berisikan catatan-catatan mengenai hakikat hukum, yang merupakan mata kuliah akhir untuk seorang yurist.

Kisah ini ternyata dialami, Prof. Dr. H. Garuda Wiko, MSi, FCBArb Guru besar Ilmu Hukum yang juga Rektor Universitas Tanjungpura Pontianak, yang diungkapkannya saat acara Halal bil halal terbatas alumni Fakultas Hukum Untan angkatan 1983 dimana Garuda juga dari angkatan itu.

“Dulu waktu kuliah saya memang termasuk pemalu dan pendiam, tetapi saya memang memiliki catatan yang lengkap semua mata kuliah. Teman-teman memang sering meminjam catatan saya. Cuma yang masih saya cari sampai sekarang: siapa yang meminjam catatan Mata Kuliah Filsafat Hukum saya yang sampai sekarang belum dikembalikan,” kata Garuda mengenang kisah 36 tahun silam, Sabtu (5/6) kemarin.

Sontak, ungkapan Magister Sain lulusan Universitas Indonesia dan Doktor lulusan Universitas Diponegoro itu disambut gelak tawa rekan-rekannya.

Garuda yang meraih guru besar dalam usia 40-an tahun memang dikenal yang paling cemerlang dari angkatan kuliahnya.

Tidak heran kehadiran budak, Mempawah di acara kemarin itu memang dinanti-nantikan teman-temannya, Saat hadir, Garudapun didaulat Ketua Panitia Agustianur mantan Kanim Imigrasi Pontianak itu untuk memberikan sambutan.

Garuda yang pernah menjadi Dekan dua periode di Alamaternya Fakultas Hukum Untan juga menjadi arbiter pada Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) bahkan juga masuk dalam Foreign Arbitator pada Internasional Arbitration Center (SHIAC) yang berkedudukan di Shanghai.

Kelahiran Mempawah 56 tahun silam, dikaruniai tiga anak buah perkawinannya dengan Mada Reni Damanik, seorang notaris terkemuka di Kota Pontianak.

Garuda juga pernah dipercaya sebagai Komisaris Independen Bank BTN, Bank papan atas milik Pemerintah yang memiliki asset lebih dari Rp 32,71 Triliun itu. (yus) Editor : Salman Busrah
#Rektor Untan #untan