Sebagai Ketua Satgas tingkat provinsi ia berharap Ketua Satgas kabupaten/kota juga bertindak tegas. Karena unsur Forkopimda mulai dari TNI, Polri, Kejaksaan serta lainnya siap mendukung upaya penanganan dan penanggulangan Covid-19 di daerah ini. “Jangan ragu, satu kata tindak tegas, lakukan apa yang harus dilakukan yang tahu kan kita, mereka (yang protes) ngomong kan tidak paham. Harus tegas saja, sekarang PPKM sudah tingkat RT sudah bagus dan dana desa boleh digunakan penanganan Covid-19 delapan persen, artinya dana sudah ada,” ungkapnya.
Midji sapaan karibnya, mengatakan, saat ini pelaksanaan vaksinasi tidak lagi memandang usia. Sebanyak mungkin masyarakat yang berusia 18 tahun ke atas bisa mengikutinya. “Yang paham masalah Covid-19 kan kita (pemerintah) sampaikan semuanya, memang nyaman tak nyaman, suka tak suka harus disampaikan. Masyarakat yang harus vaksin, bawa untuk divaksin, masyarakat yang tak pakai masker sanksi, masyarakat buat kerumunan bubarkan. Selama ini masih lemah,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP MABT Kalbar Paulus Andi Mursalin menyambut baik pelaksanaan vaksinasi massal yang digelar di Lapangan Perbasi. Dalam hal ini pihaknya siap bekerja sama mendukung program pemerintah. “Mudah-mudahan berjalan dengan tertib dan warga yang datang mau vaksin bisa kami arahkan. Sekarang ini kami MABT bekerjasama dengan Pemprov, Pangdam dan Kapolda, hari pertama kami targetkan 500 yang bisa divaksin, yang daftar sampai kemarin 2.600 orang,” paparnya.
Untuk pelaksanaan vaksinasi terhadap 2.600 orang dengan jumlah per hari sebanyak 500 orang, maka bisa diselesaikan dalam lima hari. Ia juga sudah meminta kepada gubernur agar bisa diperpanjang sampai 1 Juli mendatang. Karena jumlah warga pendaftar yang ingin divaksin juga terus bertambah. “Untuk vaksin ini perlu diketahui kami tidak membatasi diri, yang mau vaksin silahkan. Siapapun yang mau divaksin silahkan datang kami layani,” katanya.(bar) Editor : Super_Admin