"Beruang tersebut memang tinggal di kawasan hutan Taman Kelempiau tidak di sangkar. Ada informasi dari warga sekitar melihat beruang menyeberang jalan. Kami masih cari informasi di lapangan," kata Manager Projects Taman Kelempiau Sekadau, Hendrikus Mangku, Senin (2/8).
Hendrikus tak menjelaskan secara terperinci kapan beruang itu keluar dari kawasan hutan Taman Kelempiau. Namun, kata dia, hanya seekor beruang saja yang keluar dari kawasan hutan taman.
"Kami mengimbau warga bagi yang melihat beruang itu, supaya tidak memburu atau membunuhnya," imbau Hendrikus.
Ia menambahkan, beruang itu memang tinggal di kawasan hutan. Namun, kata dia, beruang tersebut tidak mengganggu. "Kalau tidak ada yang ganggu atau berburu beruang pasti kembali dengan sendirinya," ucapnya.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Polsek Sekadau Hilir, Bripka Alexander Aldo mengatakan, ada warga yang melihat seekor beruang madu menyeberang di Jalan Raya Sekadau-Sintang kilometer 27 dari hutan Taman Kelempiau ke hutan Semaju, wilayah Dusun Tapang Sambas.
Warga yang melihat beruang madu tersebut melaporkan kejadian itu kepada pihak pengelola hutan Taman Kelempiau.
"Berdasarkan keterangan manajer hutan Taman Kelempiau, beruang madu tersebut memang sudah ada di kawasan hutan tersebut sebelum Taman Kelempiau berdiri dan diresmikan,"ucapnya.
"Menurut pihak pengelola hutan Taman Kelempiau, beruang madu itu tidak berbahaya bila tidak diganggu. Selama ini beruang madu tersebut dilindungi oleh pihak pengelola kawasan hutan Taman Kelempiau,"lanjut Aldo.
Aldo meminta pihak pengelola hutan Taman Kelempiau berkoordinasi dengan BKSDA untuk penanganan lebih lanjut. Sehingga, beruang tersebut bisa ditangkap dan tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat sekitar.
"Kami juga mengimbau agar masyarakat tidak panik dan tidak memburu atau membunuh beruang madu tersebut. Bagi masyarakat yang melihatnya (beruang madu) segera laporkan," pungkasnya. (var) Editor : Super_Admin