“Kalau bagi kami (Pemuda Pancasila) apapun bentuk yang dilakukan pemerintah, itu hal yang bisa kita rasakan. Saya selalu melihat di Jalan Ahmad Yani, depan kantor Gubernur sampai Digulist itu sudah ditempati masyarakat, kita jangan memandang 1 sisi, jangan sampai ada kepentingan politik untuk menjatuhkan, kita kan harus menjadi sosial kontrol,” jelasnya kepada awak media, Senin, (30/8).
Sebelumnya renovasi taman Pendopo Gubernur Kalbar, serta pembangunan pagar menjadi perbincangan publik di dunia maya, karena menghabiskan anggaran hingga Rp 6,8 miliar.
“Anggaran ini kan memang sudah dianggarkan, salah satunya di masa pandemi, Rp 6,8 miliar kalau itu memang bisa ditanggung jawabkan oleh pemerintah silahkan. Yang jadi permasalahan kan apapun yang dilakukan di masa pandemi ini, mungkin pemikiran masyarakat kenapa tidak dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, tapi itukan anggarannya tidak bisa diubah,” paparnya.
Pihaknya mengajak masyarakat untuk melihat apa yang sudah dilakukan dan dapat dinikmati oleh masyarakat sendiri, terkait fasilitas publik di Kota Pontianak.
“Saya yakin pemerintah tidak akan sembarang untuk membangun. ini kan icon kita, bisa kita rasakan, masyarakat sudah ada tempat-tempat bermain, gak di jalan raya lagi coba kita lihat sekarang, dimanfaatkan lebih baik oleh masyarakat. Saya mengajak mayarakat agar kita dukung, kita sebagai sosial kontrol kalau ada masukan berikan kritik yang baik, jangan memojokkan. Kami jug menikmati merasakan itu, kami tidak menerima hal-hal yang jelek diberikan,” ungkapnya.
Uti juga mengungkapkan agar Pemprov Kalbar dapat membangun infrastruktur di daerah-daerah lain yang belum terjangkau, sehingga seluruh masyarakat Kalbar dapat menikmati fasilitas tersebut.
Sementara itu, Sekretaris MPW Pemuda Pancasila Kalbar, Dodi Setiawan mengungkapkan apresiasinya kepada Pemprov Kalbar yang sudah membangun infrastruktur, seperti ruang terbuka untuk publik sebagai tempat rekreasi.
“Jadi kalau dari Pemuda Pancasila Kalbar pembangunan di Kalbar harus merata di 14 Kabupaten Kota di Kalbar, di saat pandemi ini bahwa ada titik-titik yang masih belum tersentuh, viral itu. Saya rasa melalui Pak Gubernur punya strategi tersendiri, saya yakin nanti terealisasi. Bagi saya kami di sini banyak mengucapkan apresiasi Pak Gubernur dalam penanganan COVID-19, ketika ini jadi pandemi diseluruh negara, saya rasa tindakan dari Gubernur Kalbar telah dilaksanakan dengan benar,” tegasnya.
Renovasi serta pembangunan taman di Pendopo Gubernur nantinya juga dijadikan sebagai ruang terbuka hijau untuk publik, sehingga tempat tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif masyarakat.
“Kira melihat di Kota Pontianak, sebagai Ibu Kota Provinsi kurangnya ruang publik, bayangkan pemerintah Kota telah membangun waterfront itu sangat diapresiasi masyarakat Kota Pontianak khususnya, dan taman pendopo ini salah satu pembangunan ruang publik yang diharapkan masyarakat bisa datang bertamasya, atau olahraga,” ucapnya.
Dodi mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawalan terkait pembangunan taman Pendopo Gubernur tersebut hingga selesai.(iza) Editor : Salman Busrah