"Kegiatan yang dilaksanakan ini masih dalam momentum peringatan hari PMI ke 76, yang dirangkaikan dengan bakti sosial Lions Club dan Pontianak Host. Peserta donor darah ini melibatkan masyarakat," ujar Edi Rusdi Kamtono. Dari kegiatan ini, Edi memuji pendonor tertua, terbanyak dan termuda yang sudah ikut bersumbangsih membantu PMI dalam menyediakan kantong darah bagi masyarakat membutuhkan.
"Saya pribadi juga ikut berdonor. Ini sudah ke delapan kalinya. Bahkan sekarang saya menjadi pendonor darah rutin. Dengan berdonor darah, badan lebih segar, baik fisik maupun batin. Ada perasaan senang. Utamanya saat kita bisa menyelamatkan sesama saudara yang tengah sakit dan membutuhkan darah," ujarnya.
Lebih dalam ia menjelaskan untuk pendonor darah tertua, kata dia berusia 65 tahun dengan berdonor mencapai 160 kali. Sedangkan pendonor termuda berumur 18 tahun. Tentunya, dari mereka bisa menjadi contoh untuk mengajak lebih banyak lagi masyarakat menjadi pendonor tetap di PMI Kota Pontianak.
Hingga sekarang, PMI terus mengoptimalkan kinerja. Caranya dengan mengadakan kegiatan donor darah rutin. Selain itu, dengan bekerjasama dengan TNI/Polri, BUMD, BUMN dan pihak swasta dalam penyelenggaraan donor darah. "Adanya kegiatan seperti itu, kami sangat terbantu," ujarnya.
Gunawan (69) pendonor tertua di PMI Kota Pontianak mengungkap, sudah sejak tahun 1987 dirinya rutin berdonor darah. Ditotal, ia sudah 102 kali berdonor. Kemudian sempat di stop oleh PMI saat dirinya berumur 65 tahun.
Pemilik golongan darah O ini berdonor agar tetap bugar. Menurutnya, dengan berdonor badan menjadi fit. Bahkan jika tidak berdonor seperti ada yang kurang. Merasa badannya sehat dengan berdonor, iapun kerap mengajak masyarakat untuk mau menjadi pendonor darah tetap di PMI. "Macam-macam alasan masyarakat. Ada yang takut berdonor karena darahnya diambil. Tetapi saya berikan pemahaman. Contohnya saya ini, tetap sehat dengan berdonor darah," tandasnya.(iza) Editor : Super_Admin