Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pengunjung Keluhkan Sampah dan Kebersihan di Kawasan Waterfront

Super_Admin • Minggu, 3 Oktober 2021 | 09:18 WIB
LOKASI FAVORIT: Salah satu sudut kawasan Waterfront Pontianak yang menjadi tempat favorit pengunjung. YUSUF/PONTIANAKPOST
LOKASI FAVORIT: Salah satu sudut kawasan Waterfront Pontianak yang menjadi tempat favorit pengunjung. YUSUF/PONTIANAKPOST
Hujan yang mengguyur Kota Pontianak sejak sore hari tak menyurutkan niat pengunjung memadati kawasan Waterfront Pontianak, Sabtu (25/09) malam. Ketika hujan reda, pengunjung semakin ramai untuk menikmati akhir pekan di kawasan yang masuk dalam Nawa Cita Jokowi tahun 2014-2019 ini.

Para pengunjung terlihat sibuk dengan aktivitas masing-masing. Mulai dari sekadar menikmati panorama yang disuguhkan di tepian Sungai Kapuas, jalan-jalan, berfoto, duduk bersantai sambil bersenda ria dengan pasangan atau kawan-kawanya, serta menikmati jajanan yang ada di sekitar bangunan 826 meter ini.

Pada sore hari, kita bisa melihat keceriaan anak-anak yang sedang bermain dan berenang di sekitarnya. Sementara di tepian waterfront, kita akan melihat orang-orang yang menikmati sore sambil memancing.

Pagi hari, waterfront dengan lebar 10 meter ini biasanya dijadikan tempat senam dan olahraga. Lintasan yang panjang dan lebar itu juga sangat cocok sebagai jogging track. Terdapat beberapa kafe yang hampir selalu penuh dengan pengunjung jika malam hari. Ada pula kapal wisata yang selalu siap membawa penumpang menikmati panorama Sungai Kapuas.

Dibanding hari biasa, malam minggu merupakan waktu paling padat pengunjung. Bahkan ketika cuaca mendukung, para pengunjung yang datang agak malam akan kesulitan menemukan tempat duduk.

“Sebenarnya tidak harus malam Minggu, tapi karena malam Minggu esok harinya libur, jadi saya memilih malam minggu untuk ke sana,” ungkap Thalab (22) satu di antara pengunjung yang sedang bersantai bersama kawan-kawannya.

Namun ia menyayangkan masih banyaknya pengunjung yang kurang menjaga kebersihan serta suka membuang sampah sembarangan.

“Padahal sudah ada tempat sampah walau jaraknya sangat berjauhan, tapi masih ada orang-orang yang suka membuang sampah sembarangan,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Siti Maratun (24). Selain kebersihan, ia mengaku sering terganggu dengan banyaknya anak-anak yang bermain sepeda. “Saya sering hampir tertabrak oleh anak-anak yang bermain sepeda, namun yang paling menyebalkan kalau ada anak remaja yang bermain scooter atau sepeda listrik dan kebut-kebutan, sudah tahu tempat umum dan ramai orang lagi,” ungkap perempuan yang biasa di panggil Atun tersebut.

Sementara itu, Tia (23) mengeluhkan banyaknya sampah yang berserakan dan beberapa pagar yang rusak. “Sampah berserakan di mana-mana. Tembok besi yang berada di tepi sungai ada yang rusak, pengamen juga banyak. Hal ini tentu sangat mengganggu. Niat hati ingin liburan menikmati pemandangan malah terganggu,” keluhnya.

Hal ini juga diutarakan oleh Faris (22) yang sedang bersantai sambil menikmati kopi yang di pesan dari pedagang di sampingnya. Ia mengungkapkan, waterfront sudah sangat cukup mumpuni sebagai tempat untuk refresing.

“Namun ada beberapa hal yang mesti dibenahi seperti pengamen yang terlalu banyak dan penjual yang kurang beraturan,” katanya. Selain itu, ia juga mengungkapkan terjadinya ketimpangan harga parkir.

“Parkir juga harus dibenahi, masak harganya bisa beda-beda, di Gang Irian dan Halan Barito harga parkir 2000 tapi di Gang Kamboja harga parkir Rp3000. Ini artinya pemkot harus segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini,” ungkap pria yang berstatus sebagai mahasiswa IAIN Pontianak tersebut.

Hal senada juga diungkapkan oleh Usman (38) yang berprofesi sebagai tukang parkir di Gang Irian.

“Sangat membantu masyarakat setempat, karena dengan adanya waterfront ini, pengunjung jadinya banyak, jadi warga setempat bisa mencari rezeki di sini, dengan membuka kios-kios dan lahan parkir,” jelasnya.

Namun ia sangat menyayangkan dengan tidak adanya tempat pembuangan sampah yang memadai. “Pemerintah melarang masyarakat sekitar membuang sampah sembarangan, tapi pemerintah tidak menyediakan tempat sampah yang memadai. Sementara pengunjung, selembe yak buang-buang sampah, ujung-ujungnya kami yang kena,” katanya.

Ia berharap Pemerintah Kota Pontianak segera menyediakan tempat sampah agar masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk membuang sampah. “Adekan tempat sampah, jadi warga setempat itu enak untuk membuang sampah,” pungkasnya. (ysf) Editor : Super_Admin
#waterfront