"Dengan adanya kolaborasi ini, pengguna aplikasi KasPro Indonesia dapat menggunakan fitur layanan tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM Danamon. Pengguna dapat bertransaksi secara cepat, mudah dan aman, serta menjadi solusi dalam pemenuhan kebutuhan transaksi keuangan masyarakat di tengah pandemi," ujar Andreas Kurniawan, Business Strategy & Development Head Danamon kepada Pontianak Post, kemarin.
Menurutnya, hal ini selaras dengan gaya hidup masyarakat dan kemajuan teknologi saat ini yang membutuhkan layanan dan akses perbankan dengan cepat dan mudah. Melalui kerjasama ini, KasPro Indonesia juga akan memanfaatkan infrastruktur digital Danamon Application Programing Interface (API), dimana penggunaan fitur ini dapat meningkatkan layanan dan juga customer engagement bagi seluruh pengguna aplikasi KasPro.
Lanjut dia, pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan tetapi juga mempengaruhi aktivitas bisnis, termasuk sektor keuangan. Bank sebagai salah satu institusi utama di sektor keuangan terus mengambil langkah-langkah kebijakan agar operasional bisnis dapat berjalan sesuai protokol kesehatan, selain itu juga untuk mempersiapkan era digitalisasi.
Bank Indonesia sendiri tengah mempercepat digitalisasi keuangan digital. Salah satunya, dengan memperluas penggunaan kode QR buatan BI yaitu, QR Code Indonesia Standar (QRIS).Awalnya, QRIS hanya digunakan sebagai alat pembayaran saja. Tetapi QRIS bisa digunakan untuk tarik tunai dan setoran uang ke rekening. Untuk merealisasi hal tersebut, BI telah memberikan sarana prasarana untuk mendukung sandbox 2.0. Selain itu, BI juga telah mempersiapkan ruang kerja digital yang bisa dimanfaatkan para inovator membuat inovasi layanan keuangan digital.
Perkembangan QRIS sendiri cukup pesar di Kalbar. Di tengah terbatasnya aktivitas sosial ekonomi di Kalbar, pemanfaatan digital kian menjadi tumpuan UMKM. Bank Indonesia mencatat, sejak adanya pandemi, kian banyak masyarakat yang terlibat di keuangan digital. Pada sistem QR Code Indonesian Standard (QRIS) misalnya, kini sudah ada seratusan ribu merchant yang bergabung di Kalbar. Padahal sebelum Covid-19 datang, pada Januari tahun lalu, hanya terdapat 25.000 merchant yang tergabung. Sistem QRIS mengintegrasikan transaksi dari berbagai penyedia layanan dompet digital dan perbankan lewat kode QR.
Kepala KPw BI Kalbar Agus Chusaini menyebut, sebagian besar merchant tersebut adalah UMKM. Apalagi BI membebaskan pengenaan biaya transaksi pemrosesan QRIS bagi usaha mikro. Sejak tahun lalu pihaknya juga menggelar pameran UMKM secara virtual untuk memperluas pemasaran mereka. Selain itu pelatihan wirausaha secara daring yang diberikan rutin. (ars) Editor : Syahriani Siregar