Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

OjekBro Aplikasi Transportasi Asal Pontianak: Target Satu Juta Pengguna di Indonesia

Super_Admin • Jumat, 29 Oktober 2021 | 15:30 WIB
Seiko Manito, CEO OjekBro
Seiko Manito, CEO OjekBro
PONTIANAK – Melihat peluang transportasi menjanjikan, sekumpulan pemuda Pontianak menciptakan ojek online berbasis android yang diberi nama OjekBro. Ide ini muncul, lantaran kebutuhan masyarakat akan transportasi, pesan makanan online, dan pembayaran digital yang kian tinggi. Pertama kali di luncurkan, Jumat (29/10) kemarin, OjekBro langsung menyasar kota-kota besar di Pulau Kalimantan. Kemudian menyusul pulau-pulau lain di Indonesia.

“Kita ingin menjadi perusahaan teknologi dengan ekosistem lengkap yang menasional. Untuk sementara kita hadir di kota-kota besar di Kalimantan terlebih dahulu,” ujar Ceo OjekBro Seiko Manito kepada Pontianak Post.

Lantas apa perbedaan aplikasi ini dengan ojek online lain? Seiko menyebut, secara umum fitur-fitur yang tersedia mirip dengan para pemain raksasa lainnya. OjekBro menjalin kemitraan dengan para driver, mitra UMKM, dan sejumlah ritel. Sebagai digital payment, aplikasi ini juga punya OjekBro Pay yang sudah terkoneksi dengan sistem QRIS milik Bank Indonesia. Sehingga bisa bertraksasi dengan jutaan merchant di seluruh Indonesia.

Namun yang membedakan ada pada sistem kemitraan. Dia menjelaskan, OjekBro memberikan kesempatan bagi pengemudi untuk turut mengambil keputusan perusahaan pada harga yang ditawarkan ke konsumen. Baik ongkos ojek maupun harga makanan.

“OjekBro ingin lebih berpihak kepada mitra dalam artian pengambilan keputusan tidak seluruhnya dari perusahaan. Aplikasi kita memberikan kesempatan mitra untuk mengambil keputusan, kita ingin bisnis ini bisa berkontribusi tidak hanya pada pemilik perusahaan tetapi bagaimana keuntungan bisa didistribusikan lebih banyak kepada mitra," ucap dia.

Dia menambahkan secara harga OjekBro untuk tahap awal akan mengacu pada regulasi yang telah ditetapkan. Akan tetapi yang membedakan OjekBro yakni pengambilan keputusan pada suatu daerah akan dilakukan secara polling. Sehingga pada pengemudi bisa memberi masukan terkait penentuan harga.

Dirinya menyebutkan OjekBro menawarkan sesuatu hal yang berbeda dengan membangun komunitas dan akan membagi untung bersama. Pembagian hasil di OjekBro sedikit berbeda pada ojek online umumnya. Di OjekBro 80 persen hasil akan diberikan kepada pengemudi, 10 persen kepada orang yang mengajak, lalu 10 persen untuk perusahaan.

"Kami bukan menjual harga paling murah tapi kita mengajak pengemudi untuk membangun usaha secara bersama-sama," jelasnya.

Seiko Manito mengungkapkan OjekBro merupakan aplikasi asli milik putra daerah Provinsi Kalbar. Pihaknya cukup percaya diri dalam satu tahun kedepan bisa mencapai satu juta pengguna. Terlebih visi dan misi yang ditawarkan OjekBro berbeda dengan ojek online lainnya.

Dikatakannya pada sisi mitra restoran OjekBro ingin membantu UMKM dengan menghilangkan potongan atau mark up. Untuk mitra yang tergolong UMKM hanya akan dikenakan biaya dua ribu rupiah pehari. Lalu bagi mitra yang besar akan diberikan skema yang berbeda.

"Kita ingin mendukung usaha kecil agar bisa mandiri tanpa perlu dibebankan potongan yang besar. OjekBro ingin dianggap aplikasi milik mitra sendiri," pungkasnya. (ars) Editor : Super_Admin
#OjekBro #ojek online