Pemilik tanah, Mugiarti mengatakan, awalnya tanah yang berdiri rumah toko (ruko) tersebut adalah tanah warisan orangtuanya. Ia menerangkan, tanah tersebut kemudian dijual dan oleh pembelinya dibangunlah ruko. Saat transaksi jual beli tanah, kepada pembeli sudah disampaikan bahwa di dalam sertifikat terdapat sebagian tanah yang dihibahkan untuk jalan gang.
"Tanah yang saya hibahkan untuk jalan gang itu, sudah dikeluarkan dari sertifikat," kata Mugiarti, Senin (15/11).
Ketika ruko tersebut dibeli oleh pengusaha elektronik, lanjut Mugiarti, tanah yang dihibahkan tersebut ditutup dengan mendirikan tembok. "Tak hanya tembok, pengusaha itu juga mendirikan kamar mandi dan memasang tempat penampungan air," ungkap Mugiarti.
Mugiarti menyatakan, pihaknya jelas tidak terima dengan tindakan pengusaha elektronik tersebut, yang mengambil dan menutup tanah hibah untuk jalan gang. Karena tanah tersebut bukan tanah milik meraka, melainkan tanah ahli waris yang dihibahkan untuk akses jalan.
Mugiarti mengatakan, atas tindakan penutupan jalan tersebut, pihaknya sudah mengadukan masalah itu ke RT dan kelurahan. "Sudah mediasi tapi tidak ada hasil. Intinya kami minta jalan yang ditutup itu dibuka kembali," pinta Mugiarti.
Mugiarti menegaskan, saat jual beli, tanah yang dihibahkan untuk jalan tidak masuk dalam objek yang dijual.
Karyawan toko elektronik, Oliv mengaku, kurang tahu masalah penutup jalan tersebut. "Masalah ini bos saya yang lebih paham. Dia sudah tunjuk orang untuk urus," kata Oliv.
Ketua RT4 RW 34, Kelurahan Sungai Bangkong, Kholilah membenarkan, pemilik tanah sebelumnya, yakni Mugiarti dan keluarganya sudah menghibahkan sebagian tanahnya untuk digunakan sebagai jalan gang.
Kholilah menuturkan, tanah yang dihibahkan itu, merupakan akses menuju gang-gang yang ada di dalam. Namun tiba-tiba pemilik ruko menutup jalan tersebut.
"Penutupan jalan ini tidak ada lapor ke saya," kata Kholilah.
Kholilah menuturkan, tindakan penutupan jalan tersebut akhirnya dilaporkan pemilik tanah yang lama ke RT. Kemudian dilaporkan ke kelurahan untuk diselesaikan.
"Kalau tidak salah masalah ini sudah dilaporkan ke Pol PP," katanya. (adg) Editor : Super_Admin