Shando Safela, Kuching
Buaya terbang adalah salah satu atraksi di Jong's Crocodile Farm. Aksi ini merupakan aksi memberi makan buaya dengan cara menggantungkan ayam dari atas dengan seutas tali.
Buaya-buaya lapar berukuran besar dengan panjang lebih dari tiga meter, telah menunggu di bawah.
Atraksi ini digelar di sebuah danau kecil yang menjadi 'meja makan' para buaya. Dari danau tersebut, buaya melompat seperti terbang untuk menggigit ayam yang digantung setinggi dua meter dari permukaan air.
Dalam sehari, buaya ini diberi makan dua kali, pukul 11 siang dan pukul tiga sore.
Jong's Crocodile Farm adalah salah satu peternakan buaya terbesar di Malaysia. Letaknya hanya 20 menit berkendara dari Kota Kuching. Ribuan buaya diternakkan di tempat ini.
Tempat ini menjadi tujuan favorit bagi para turis yang datang ke Kuching karena mudah dijangkau.
Peternakan buaya ini mengenalkan banyak hal kepada pengunjungnya. Kisah tentang asal usul buaya di negara bagian Sarawak, tersimpan rapi di dalam ruangan yang dijadikan sebuah museum mini.
Pengunjung juga dapat melihat buaya-buaya berukuran kecil yang masih tergolong anak. Mulai dari yang berukuran 30 sentimeter hingga tiga meter dapat dilihat disini.
Selain buaya lokal, salah satu yang menarik perhatian adalah buaya yang diberi nama Pak Indon. Buaya ini berasal dari Pontianak, dibawa ke Sarawak pada tahun 1963.
Pak Indon merupakan salah satu 'kakek' dari ribuan buaya yang diternakkan di tempat ini.
Tak hanya buaya, tempat ini juga dihuni oleh berbagai macam satwa menarik. Mulai dari beruang, hingga burung merak.
Namun, selain buaya, yang tak kalah menarik perhatian adalah ikan Arapaima. Ikan raksasa ini berasal dari Sungai Amazon, bobot maksimalnya 200 kilogram. Namun yang ada disini, baru berbobot 100 kilogram dengan panjang lebih dari dua meter. ** Editor : Shando Safela