Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Setara dengan Kelompok ISIS dan Al Qaeda, Israel Masuk Daftar Hitam PBB

A'an • Minggu, 9 Juni 2024 | 11:06 WIB

 

Sekjen PBB, Antonio Guterres.
Sekjen PBB, Antonio Guterres.

GAZA – Sekjen PBB, Antonio Guterres disebut telah memutuskan untuk memasukkan Israel dalam daftar hitam negara dan organisasi yang menyakiti anak-anak di zona-zona konflik. Bersama dalam daftar hitam PBB itu terdapat nama-nama kelompok garis keras seperti ISIS, Al Qaeda, dan Boko Haram.

Reuters melansir, Guterres mengatakan, keputusan pihaknya itu sudah disampaikan kepada Atase Bidang Pertahanan Israel di Amerika Serikat, Mayor Jenderal Hidai Zilberman. Jika keputusan tersebut benar, nama Israel akan muncul dalam daftar hitam PBB yang akan dipublikasikan pekan depan dalam sebuah laporan yang dibagikan ke semua anggota Dewan Keamanan PBB. Diskusi perihal keputusan Guterres itu akan digelar pada 26 Juni 2024.

Menurut laporan surat kabar Israel Yedioth Ahronoth, upaya sekuat tenaga Israel untuk membujuk Guterres supaya tidak memasukkan Israel ke daftar hitam tersebut gagal. Televisi Israel Channel 13 juga melaporkan hal ini.

Bulan lalu, Yedioth Ahronoth dan platform daringnya, Ynet, melaporkan adanya kekhawatiran besar Israel terhadap keputusan tersebut, menyusul sejumlah pernyataan keras Guterres atas Israel.

Sumber yang dikutip warta tersebut menyebut Sekjen PBB tidak menyukai Israel dan tidak dapat dipengaruhi. Israel khawatir daftar hitam yang mencantumkan negaranya tersebut akan berimbas pada embargo senjata.

Harian Israel tersebut juga mencatat salah satu konsekuensi dari daftar hitam tersebut adalah rusaknya reputasi Israel ketika laporan tersebut direspons komunitas internasional dan dikutip badan PBB.

Sebelumnya, entitas yang tercantum dalam daftar hitam tersebut adalah negara-negara seperti Afghanistan, Mali, Myanmar, Somalia, Sudan, Yaman, dan Suriah, serta organisasi teroris seperti Al Qaida, ISIS, Al Shabaab, dan Boko Haram.

Laporan yang ditulis oleh Perwakilan Khusus PBB untuk Anak dan Konflik Bersenjata Virginia Gamba akan merangkum peristiwa tahun 2023, termasuk meningkatnya insiden korban jiwa anak akibat agresi Israel ke Jalur Gaza sejak Oktober 2023.

Laporan spesifik terkait Israel akan disampaikan kepada DK PBB. Walau begitu, laporan tersebut tidak eksplisit menyebut Israel atau militer Israel, namun hanya menyebut "pasukan keamanan Israel".

Rancangan laporan daftar hitam yang diterima pihak Israel beberapa bulan lalu mencantumkan sejumlah pelanggaran yang telah dilakukan di Jalur Gaza, seperti penggunaan bom di daerah berpenduduk, upaya merekrut anak-anak sebagai informan perang, dan memanfaatkan anak-anak sebagai tameng manusia.

Agresi Israel ke Jalur Gaza yang tak kunjung berhenti sejak 7 Oktober 2023 telah menyebabkan 36.654 warga Palestina, termasuk 15.500 anak-anak dan 10.300 wanita terbunuh dan 83.309 lainnya cedera. Jumlah tersebut kemungkinan besar bertambah karena ribuan korban lainnya masih terjebak reruntuhan bangunan dan belum dapat dievakuasi akibat ancaman serangan Israel.

Sementara itu, Badan Tenaga Kerja PBB mengungkapkan, perang antara Hamas dan Israel telah mengakibatkan tingkat pengangguran di wilayah Palestina melonjak hingga hampir 80 persen. Perang telah menyebabkan hilangnya pekerjaan dan mata pencaharian dalam skala besar.

Sejak perang dimulai pada Oktober tahun lalu, tingkat pengangguran di Jalur Gaza telah mencapai angka 79,1 persen. Dilansir AFP, Organisasi Buruh Internasional (ILO) memproyeksikan jumlah pengangguran di Gaza lebih dari angka yang ditunjukkan.

Seperti diketahui, Israel telah memulai operasi militernya di Jalur Gaza setelah Hamas menyerang wilayahnya pada 7 Oktober lalu. Serangan balik yang dilakukan Israel telah menewaskan lebih dari 36 ribu warga Palestina di Jalur Gaza. Jutaan warga lainnya menghadapi krisis kemanusiaan, termasuk masalah kesehatan dan kekurangan pangan.

”Bayangkan, dengan tingkat pengangguran yang sangat tinggi ini, masyarakat tidak akan mampu mengamankan pangan untuk dirinya sendiri dan keluarganya. Hal ini juga berdampak pada kesehatan mereka. Sekalipun mereka mempunyai uang, tidak ada rumah sakit yang dapat merawat mereka,” kata Direktur Regional ILO untuk Negara-Negara Arab, Ruba Jaradat.

 

Israel Serang Sekolah Lagi 

Militer Israel dilaporkan kembali menyerang sebuah sekolah yang dikelola PBB di dekat Gaza City, Jalur Gaza, pada Jumat (7/6) waktu setempat. Itu menjadi serangan kedua dalam dua hari terakhir yang dilancarkan Israel terhadap fasilitas PBB di Jalur Gaza.

AFP melaporkan kemarin (8/6), militer Israel menyebut serangannya menarget ”teroris-teroris" Hamas yang beroperasi dari sebuah kontainer di kompleks sekolah yang dikelola badan PBB untuk pengungsi Palestina di kamp pengungsi Al Shai, Jalur Gaza bagian utara. (agf/ant/tia)

 

Editor : A'an
#Israel #pbb #daftar hitam #Antonio Guterres