Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Menikmati Pemandangan Gua Niah, Pemukiman Homo Sapiens di Miri, Sarawak

Shando Safela • Jumat, 6 Desember 2024 | 11:41 WIB

Gua Niah, yang menjadi peradaban Homo Sapiens 40-50 ribu tahun lalu.
Gua Niah, yang menjadi peradaban Homo Sapiens 40-50 ribu tahun lalu.

MIRI- Sarawak, Malaysia, layak dijadikan tujuan wisata paling diminati di Pulau Kalimantan/Borneo. Tak hanya keindahan hutan hujan yang masih alami, wisata sejarahnya pun mampu dijadikan destinasi andalan. Salah satunya Gua Niah. Gua yang letaknya 90 kilometer dari Kota Miri, Sarawak, menyimpan banyak misteri yang belum semuanya terpecahkan.

Sejak ditetapkan sebagai warisan dunia oleh Unesco tahun 2022, Gua Niah menjadi tujuan utama para wisatawan dunia. Gua ini mempunyai keunikan sendiri, di jaman purba, gua ini terbukti menjadi tempat bermukim Homo Sapiens. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya tulang belulang manusia dan beberapa peralatan berburu yang berusia 40.000 hingga 45.000 tahun oleh Alfred Russel Wallace di tahun 1855.

Memasuki jaman sejarah modern, kemudian gua ini menjadi tempat perburuan sarang burung walet oleh pedagang dari Tiongkok kuno. Di pintu masuk, gua menjadi tempat tinggal dan tempat berdagang para penduduk lokal dan pendatang.

Gua Pedagang yang berada di mulut Gua Niah menjadi pusat sejarah perdagangan sarang burung walet di Malaysia.
Gua Pedagang yang berada di mulut Gua Niah menjadi pusat sejarah perdagangan sarang burung walet di Malaysia.

Masih banyak ditemui kayu sisa tempat tinggal pedagang di mulut-mulut gua. Bahkan, ada gua kecil yang diberi nama Traders Cave yang artinya Gua tempat berdagang.

Untuk mengunjungi Gua Niah, dapat ditempuh dari Kota Miri selama satu jam perjalanan darat. Sesampainya di kantor, kita wajib melakukan registrasi, untuk mendata para pengunjung yang akan pergi ke dalam gua.

Salah satu pohon berusia ratusan tahun diantara ribuan pepohonan yang tumbuh di sekitar Gua Niah.
Salah satu pohon berusia ratusan tahun diantara ribuan pepohonan yang tumbuh di sekitar Gua Niah.

Perjalanan sesungguhnya akan segera di mulai. Sebelum melewati hutan dan menaiki bukit, kita akan menyebrangi sungai lebih dulu dengan menggunakan perahu. Setelah menyebrang sungai, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Dari dermaga menuju gua, jaraknya 3,5 kilometer. Dengan kondisi jalan yang licin dan menanjak, waktu tempuh bisa mencapai 2 jam berjalan kaki.

Di sepanjang jalan yang dilalui, kita akan melalui hutan yang ditumbuhi pepohonan dan tumpukan bebatuan purba yang usianya ratusan tahun.

Tak jauh dari mulut gua, satu perkampungan tua masih dapat ditemui. Yaitu rumah panjang suku Iban di Sungai Tangap. Untuk menuju ke sana, ada persimpangan ke arah kiri sejauh 450 meter. Di rumah panjang tersebut, terdaoat penginapan dan tempat untuk makan siang bagi pengunjung Gua Niah.

Rumah Panjang suku Iban Sungai Tanap yang berjarak 500 meter dari Gua Niah.
Rumah Panjang suku Iban Sungai Tanap yang berjarak 500 meter dari Gua Niah.

Gua Niah tak hanya menjadi daya tarik satu-satunya di Miri. Beberapa destinasi wisata di Miri juga menjadi andalan bagi Sarawak, Malaysia. Selain destinasi berupa tempat, Miri juga mempunyai destinasi event internasional, yaitu Borneo Jazz Festival yang digelar setiap tahunnya. (azk)

Editor : Shando Safela
#Sarawak Tourism Board #air asia #airasia #Sarawak #malaysia #Miri