PONTIANAK POST - YANG ikut terdampak saling serangnya Israel dan Iran adalah penerbangan komersial internasional di banyak negara. Berbagai maskapai dengan destinasi ke Iran, Israel, Jordania, Irak, Suriah, dan Lebanon memilih untuk membatalkan, menutup sementara, atau mengalihkan rute.
Mengutip Flightradar24, Al Ahram, media yang berbasis di Kairo, Mesir, melansir kemarin (15/6), Bandara Ben Gurion di Tel Aviv masih tertutup, baik untuk pendaratan maupun lepas landas. Maskapai Air France dan penerbangan berbiaya rendah oleh Ryanair, Wizz dan Delta Air Lines juga memilih menutup sementara penerbangan mereka ke Tel Aviv sampai akhir Agustus.
Maskapai Jerman Lufthansa juga demikian, tak menerbangi rute ke Teheran dan Tel Aviv sampai 31 Juli. Penerbangan ke Amman, Beirut, dan Erbil juga ditutup sementara sampai 20 Juni.
Jauh sebelum jual beli serangan Israel dan Iran memanas, banyak maskapai yang sudah menunda penerbangan mereka ke Tel Aviv setelah rudal yang ditembakkan kelompok Houthi yang berbasis di Yaman mendarat dekat Bandara Ben Gurion. Otoritas penerbangan Iran juga menutup wilayah udara mereka sampai kemarin pukul 15.00 (waktu Teheran lebih lambat 3 jam 30 menit dari WIB).
"Jordania, Suriah, dan Lebanon memang sudah menyatakan telah membuka kembali wilayah udara mereka pada Sabtu (14/6). Tapi, banyak maskapai Timur Tengah yang memilih untuk menunggu perkembangan regional dulu," tulis Al Ahram.
Alihkan Rute
Banyak maskapai internasional juga memilih mengalihkan rute setelah Israel mengawali serangan ke Iran pada Jumat (13/6). Mengutip data Eurocontrol (Organisasi untuk Keamanan Navigasi Udara Eropa), sebanyak 650 penerbangan ke dan dari Eropa dibatalkan. Secara keseluruhan, 1.800 penerbangan di seluruh Eropa terdampak.
Air India yang salah satu pesawatnya jurusan ke London baru saja jatuh di Ahmedabad juga mengumumkan lewat akun X bahwa belasan penerbangan mereka tujuan New York, London, Vancouver, dan Washington ikut terganggu oleh eskalasi ketegangan antara Israel dan Iran. Emirates Airlines, maskapai berbasis di Dubai, juga membatalkan penerbangan ke Irak, Jordania, Lebanon, dan Iran sampai dengan kemarin.
Selain itu, penutupan wilayah udara Iran, Irak, dan Suriah telah menyebabkan penundaan dan pembatalan di Bandara Internasional Dubai serta Bandara Internasional Al Maktoum. Egypt Air juga membatalkan penerbangan ke Beirut, Amman, Baghdad, dan Erbil kemarin. Perkembangan situasi regional dan pertimbangan keamanan penumpang menjadi pemicu.
"Pada Sabtu, Bandara Internasional Kairo didarati sembilan penerbangan untuk tujuan pengisian bahan bakar setelah terjadi penyesuaian rute akibat penutupan sementara wilayah udara sejumlah negara tetangga," tulis CNN. (ttg)
Editor : Hanif