PONTIANAK POST - Sakit atau nyeri pada punggung merupakan salah satu alasan paling umum bagi seseorang untuk mengunjungi dokter. Rasa sakitnya bisa berkisar dari nyeri ringan hingga nyeri kuat yang tajam dan menusuk. Meskipun pada beberapa kasus bersifat sementara, kasus lainnya dapat menjadi masalah jangka panjang yang mengganggu pekerjaan, tidur, serta mobilitas. Hal hal tersebut dapat disebabkan oleh postur tubuh yang buruk, cedera, atau penuaan. Karena itulah, sebenarnya sakit punggung tidak boleh diabaikan.
Menurut dr. Lau Bik Liang, Resident Consultant Neurosurgeon di KPJ Kuching Specialist Hospital, mengenali tanda-tanda masalah tulang belakang yang serius adalah kunci untuk intervensi dini.
“Sebagian besar sakit punggung dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi jika berlangsung lebih dari beberapa minggu, atau disertai mati rasa, kesemutan, atau pelemahan pada kaki, itu bisa menjadi tanda kompresi saraf atau ketidakstabilan tulang belakang,” kata dr. Lau.
Kondisi seperti diskus bergeser (slipped discs) , stenosis tulang belakang ( spinal stenosis ) dan linu panggul (sciatica) dapat muncul dengan gejala seperti nyeri yang menjalar ke kaki, kesulitan berdiri atau berjalan, atau bahkan kehilangan kendali kandung kemih atau usus pada kasus yang lebih parah. Ini adalah tanda-tanda bahaya yang harus segera diperiksakan ke spesialis tulang belakang (spine specialist).
dr. Lau menjelaskan, "Nyeri yang menjalar ke kaki atau menyebabkan mati rasa bukan hanya nyeri otot. Nyeri ini sering kali mengindikasikan adanya tekanan pada saraf akibat masalah tulang belakang. Semakin dini kita mendeteksinya, semakin besar kemungkinan kita harus menanganinya secara efektif."
Menurutnya, pengobatan dimulai dengan penilaian klinis menyeluruh dan pencitraan, seperti MRI. Dalam banyak kasus, perawatan konservatif seperti fisioterapi, istirahat, dan pengobatan juga akan membantu. Namun, bagi pasien yang tidak merespons baik pada metode ini atau gejalanya memburuk, pilihan pembedahan dapat dipertimbangkan.
Salah satu teknik terbaru dan paling menjanjikan adalah bedah tulang belakang endoskopi ( endoscopic spine surgery ) prosedur invasif minimal yang memungkinkan ahli bedah untuk menangani kondisi tulang belakang melalui sayatan kecil.
Ia menambahkan, “Bedah tulang belakang endoskopi memungkinkan kami menangani masalah ini tanpa sayatan besar atau gangguan otot. Pasien seringkali merasakan nyeri yang lebih sedikit, rawat inap yang lebih singkat, dan waktu pemulihan yang lebih cepat. Banyak yang bahkan dapat pulang di hari yang sama.”
Menggunakan kamera definisi tinggi dan instrumen yang presisi, prosedur ini menargetkan area tulang belakang yang terdampak dengan presisi tinggi, mengurangi kerusakan jaringan dan ketidaknyamanan pasca operasi. Teknik ini sangat cocok untuk kondisi seperti hernia diskus dan penyempitan kanal tulang belakang.
dr. Lau meyakinkan, “Dengan peralatan dan keahlian yang tepat, operasi tulang belakang tidak perlu lagi ditakuti. Tujuan kami adalah memulihkan mobilitas dan kualitas hidup, seaman dan senyaman mungkin.”
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami nyeri punggung atau gejala kaki yang terus-menerus, mungkin sudah saatnya mencari perawatan ahli.**
Editor : Hanif