Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Selat Hormuz akan Segera Dibuka, Trump: Dengan atau Tanpa Kerja Sama Iran!

Uray Ronald • Sabtu, 11 April 2026 | 08:24 WIB
Ilustrasi kapal tanker PT Pertamina International Shipping (PIS). (ANTARA)
Ilustrasi kapal tanker PT Pertamina International Shipping (PIS). (ANTARA)

 

PONTIANAK POST – Presiden AS Donald Trump menegaskan akan membuka kembali Selat Hormuz secepatnya. Ia berjanji jalur perdagangan tersebut akan terbuka dengan atau tanpa bantuan dari pihak Iran.

Pernyataan keras ini muncul menjelang perundingan damai di Pakistan. Trump optimistis proses pembukaan jalur distribusi minyak tersebut akan berjalan sangat cepat.

"Kami akan membuka teluk itu dengan atau tanpa mereka. Jika perundingan gagal, kami yang akan menyelesaikannya," tegas Trump kepada pers di Washington.

Laporan CNBC menyebutkan Selat Hormuz mengalami gangguan parah sejak konflik pecah pada Februari 2026. Jalur ini merupakan urat nadi kritis bagi pasokan minyak dan gas global.

Meskipun ada status gencatan senjata, lalu lintas kapal di lokasi tersebut masih sangat minim. Hanya beberapa kapal, sebagian besar bukan pengangkut minyak, yang melintas melalui rute yang disetujui Iran. Iran dikabarkan menangguhkan lalu lintas kapal tanker menyusul serangan Israel ke Lebanon.

Baca Juga: Konflik AS-Iran: Trump Ancam 'Pemusnahan Total' Jika Perundingan Damai Gagal

Beberapa kapal bahkan dilaporkan membayar biaya lintas dalam bentuk mata uang kripto demi jaminan keamanan. Saat ini, sekitar 2.000 kapal terdampar di sekitar Selat Hormuz dan memicu penumpukan logistik yang masif.

"Target utama kita adalah Iran tanpa senjata nuklir. Namun, kita tetap harus memastikan selat itu terbuka," tambah Trump sebagaimana dikutip Mirror.

Upaya Diplomasi dan Gencatan Senjata AS-Iran

Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan bertujuan untuk menghentikan peperangan. Trump menuntut selat dibuka secara aman, tanpa batasan, dan tanpa pungutan biaya apa pun.

Putaran pertama negosiasi akan digelar di Islamabad. Delegasi AS akan dipimpin langsung oleh Wakil Presiden JD Vance dan Jared Kushner.

Baca Juga: Respons Serangan Israel ke Lebanon, Selat Hormuz Ditutup Iran, Gencatan Senjata Trump di Ujung Tanduk

Namun, situasi di lapangan masih membingungkan. Iran memberikan syarat yang ketat, sementara serangan Israel di wilayah Lebanon masih terus terjadi.

Ancaman Inflasi dan Krisis Energi Global

Data Maritimenews menunjukkan pengiriman minyak dan LNG telah anjlok lebih dari 90 persen sebagai akibat penutupan Selat Hormuz. Hal ini berdampak langsung pada 20 persen pasokan minyak dunia.

Baca Juga: Selat Hormuz Belum Terbuka, Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi Dekati $100

UNCTAD memperingatkan bahwa perdagangan global terancam melambat drastis pada tahun 2026. Tekanan inflasi diprediksi meningkat, terutama bagi negara-negara berkembang.(ron)

 

Editor : Uray Ronald
#Krisis Minyak 2026 #Negosiasi AS-Iran #selat hormuz #ekonomi global #donald trump