Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Proyek di Bulan Senilai USD 30 Miliar, Elon Musk dan Jeff Bezos Rebutan

Aristono Edi Kiswantoro • Senin, 13 April 2026 | 23:03 WIB
Ilustrasi bulan
Ilustrasi bulan

 

PONTIANAK POST – Setelah keberhasilan program Artemis II, NASA langsung menyiapkan tahap berikutnya melalui misi Artemis III yang dijadwalkan pada 2027.

Misi tersebut akan menguji pertemuan dan penyambungan (docking) antara kapsul Orion spacecraft dengan wahana pendarat di orbit Bumi sebelum operasi pendaratan manusia ke Bulan dilakukan.

 

Uji Sistem Pendaratan Sebelum Misi Bulan

Program Artemis program menjadi proyek ambisius Amerika Serikat untuk membawa manusia kembali ke Bulan setelah era Apollo program lebih dari 50 tahun lalu.

Pada misi sebelumnya, Artemis II menandai kembalinya manusia ke orbit Bulan sekaligus mencetak sejumlah pencapaian teknis penting.

Selain melakukan pengamatan sisi jauh Bulan, misi itu juga mencatat rekor jarak tempuh manusia di luar orbit Bumi.

Kini fokus NASA bergeser pada kesiapan sistem pendaratan yang jauh lebih kompleks.

“Misi berikutnya sudah di depan mata,” ujar Entry Flight Director NASA Rick Henfling seperti dikutip Fortune, Senin (14/4).

 

Persiapan Teknologi Mulai Terlihat

Sejumlah komponen utama misi mulai disiapkan.

Perangkat docking untuk Artemis III telah tersedia di Kennedy Space Center, Florida.

Di sisi lain, wahana Starship versi terbaru milik SpaceX mendekati tahap uji terbang dari Texas Selatan.

Sementara perusahaan Blue Origin juga menyiapkan wahana pendarat Bulan Blue Moon yang dijadwalkan menjalani uji pendaratan dalam waktu dekat.

NASA menjadikan uji docking di orbit Bumi sebagai strategi mitigasi risiko sebelum misi dijalankan di orbit Bulan.

Pendekatan tersebut mengacu pada pengalaman Apollo 9, yang terbukti efektif menguji sistem pendaratan sebelum operasi lunar sebenarnya.

 

Musk vs Bezos Perebutan Kontrak Artemis IV

Persaingan sektor swasta kini menjadi faktor penting dalam proyek Bulan NASA.

Dua miliarder teknologi, Elon Musk dan Jeff Bezos, bersaing menyiapkan wahana pendarat masing-masing.

Starship milik SpaceX dan Blue Moon milik Blue Origin diposisikan sebagai kandidat utama dalam kontrak Artemis IV.

Misi tersebut akan menjadi pintu masuk pembangunan infrastruktur manusia di orbit Bulan.

Target utama Artemis IV adalah wilayah kutub selatan Bulan, area yang diyakini menyimpan cadangan es dalam jumlah besar di kawah yang tidak pernah terkena sinar matahari.

Es tersebut berpotensi diolah menjadi air dan bahan bakar, yang menjadi fondasi pembangunan pangkalan permanen manusia di Bulan.

 

Proyek Bulan Bernilai Rp512 Triliun

Nilai proyek program Artemis diperkirakan mencapai sekitar USD 30 miliar atau setara Rp512,7 triliun.

Dengan skala investasi sebesar itu, persaingan Musk dan Bezos berpotensi menentukan dominasi ekonomi dalam industri antariksa masa depan.

“Bagi orang-orang di seluruh dunia yang menatap langit dan bermimpi tentang apa yang mungkin, penantian panjang itu telah berakhir,” ujar Administrator NASA Jared Isaacman.


Grafis HL – Tahapan Misi Artemis

Misi Target
Artemis I (2022) Uji coba tanpa awak
Artemis II (2025–2026) Awak manusia mengorbit Bulan
Artemis III (2027) Uji sistem pendaratan dan docking
Artemis IV (2028) Pembangunan infrastruktur di orbit Bulan
Artemis V (2029–2030) Pendaratan manusia di Bulan

 (**)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Artemis III #misi Bulan #Elon Musk #Jeff Bezos #nasa