PONTIANAK POST - Unggahan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menggambarkan dirinya sebagai Yesus Kristus di media sosial menuai kritik luas.
Wakil Presiden AS JD Vance menyebut unggahan tersebut hanya sebuah candaan yang disalahartikan oleh publik.
Vance mengatakan Trump menghapus unggahan itu setelah menyadari banyak orang tidak memahami maksud lelucon tersebut.
“Menurut saya, presiden mengunggah sebuah candaan, lalu menghapusnya karena menyadari banyak orang tidak memahami lelucon tersebut,” kata Vance dalam wawancara dengan Fox News, Senin (13/4).
Unggahan AI Picu Kontroversi
Unggahan tersebut berupa gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang memperlihatkan Trump dalam visual menyerupai Yesus Kristus.
Gambar itu sempat dipublikasikan di platform media sosial milik Trump, Truth Social, sebelum akhirnya dihapus.
Kontroversi muncul karena unggahan tersebut dianggap menyinggung simbol keagamaan oleh sebagian pihak.
Trump Sebut Media Memelintir
Trump sendiri membela unggahan tersebut dan menilai kritik yang muncul sebagai bentuk distorsi media.
Menurutnya, gambar tersebut memiliki konteks berbeda dari yang ditafsirkan publik.
“Saya memang mengunggahnya. Dalam pandangan saya, itu menggambarkan saya sebagai dokter dan berkaitan dengan Palang Merah,” ujar Trump.
Ia menuding media telah memelintir makna unggahan tersebut.
“Hanya media penyebar berita palsu yang memelintir hal semacam itu,” katanya.
Ketegangan dengan Vatikan
Unggahan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Trump dan Vatikan.
Situasi itu terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari, yang memicu kritik dari sejumlah pihak internasional.
Vance mengakui adanya perbedaan pandangan antara pemerintah AS dan Vatikan dalam beberapa isu.
Perbedaan Pandangan Dianggap Wajar
Meski demikian, Vance menegaskan hubungan antara Amerika Serikat dan Vatikan tetap berjalan baik.
Ia menilai perbedaan pandangan dalam isu tertentu merupakan hal yang wajar dalam hubungan diplomatik.
“Kami menghormati Paus dan memiliki hubungan baik dengan Vatikan, tetapi perbedaan pendapat dalam isu substansial adalah hal yang wajar,” ujarnya.
Vance menambahkan Vatikan sebaiknya fokus pada isu moral dan urusan internal Gereja Katolik, sementara pemerintah AS menjalankan kebijakan publik. (jpc)
Infografis Tabel (Ringkasan Kontroversi Unggahan Trump)
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Tokoh | Donald Trump |
| Isu | Unggahan AI bergambar Yesus Kristus |
| Platform | Truth Social |
| Status unggahan | Sudah dihapus |
| Tanggapan resmi | Disebut sebagai lelucon |
| Pernyataan | Wakil Presiden JD Vance |
| Dampak | Kritik publik dan kontroversi |
Editor : Aristono Edi Kiswantoro