Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Trump Hapus Unggahan AI Bergambar Yesus, Gedung Putih Sebut Lelucon

Aristono Edi Kiswantoro • Selasa, 14 April 2026 | 23:12 WIB
Donald Trump dan foto AI dirinya yang menyerupai Yesus. (IST)
Donald Trump dan foto AI dirinya yang menyerupai Yesus. (IST)

 

PONTIANAK POST - Unggahan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menggambarkan dirinya sebagai Yesus Kristus di media sosial menuai kritik luas.

Wakil Presiden AS JD Vance menyebut unggahan tersebut hanya sebuah candaan yang disalahartikan oleh publik.

Vance mengatakan Trump menghapus unggahan itu setelah menyadari banyak orang tidak memahami maksud lelucon tersebut.

“Menurut saya, presiden mengunggah sebuah candaan, lalu menghapusnya karena menyadari banyak orang tidak memahami lelucon tersebut,” kata Vance dalam wawancara dengan Fox News, Senin (13/4).

 

Unggahan AI Picu Kontroversi

Unggahan tersebut berupa gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang memperlihatkan Trump dalam visual menyerupai Yesus Kristus.

Gambar itu sempat dipublikasikan di platform media sosial milik Trump, Truth Social, sebelum akhirnya dihapus.

Kontroversi muncul karena unggahan tersebut dianggap menyinggung simbol keagamaan oleh sebagian pihak.

 

Trump Sebut Media Memelintir

Trump sendiri membela unggahan tersebut dan menilai kritik yang muncul sebagai bentuk distorsi media.

Menurutnya, gambar tersebut memiliki konteks berbeda dari yang ditafsirkan publik.

“Saya memang mengunggahnya. Dalam pandangan saya, itu menggambarkan saya sebagai dokter dan berkaitan dengan Palang Merah,” ujar Trump.

Ia menuding media telah memelintir makna unggahan tersebut.

“Hanya media penyebar berita palsu yang memelintir hal semacam itu,” katanya.

 

Ketegangan dengan Vatikan

Unggahan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Trump dan Vatikan.

Situasi itu terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari, yang memicu kritik dari sejumlah pihak internasional.

Vance mengakui adanya perbedaan pandangan antara pemerintah AS dan Vatikan dalam beberapa isu.

 

Perbedaan Pandangan Dianggap Wajar

Meski demikian, Vance menegaskan hubungan antara Amerika Serikat dan Vatikan tetap berjalan baik.

Ia menilai perbedaan pandangan dalam isu tertentu merupakan hal yang wajar dalam hubungan diplomatik.

“Kami menghormati Paus dan memiliki hubungan baik dengan Vatikan, tetapi perbedaan pendapat dalam isu substansial adalah hal yang wajar,” ujarnya.

Vance menambahkan Vatikan sebaiknya fokus pada isu moral dan urusan internal Gereja Katolik, sementara pemerintah AS menjalankan kebijakan publik. (jpc)

 

Infografis Tabel (Ringkasan Kontroversi Unggahan Trump)

Aspek Keterangan
Tokoh Donald Trump
Isu Unggahan AI bergambar Yesus Kristus
Platform Truth Social
Status unggahan Sudah dihapus
Tanggapan resmi Disebut sebagai lelucon
Pernyataan Wakil Presiden JD Vance
Dampak Kritik publik dan kontroversi

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Donald Trump kontroversi #unggahan Yesus Trump #JD Vance Trump #Truth Social Trump #kontroversi politik AS