Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pakistan Bawa Pesan Terbaru Trump untuk Iran, Negosiasi Babak Kedua sedang Disiapkan

Aristono Edi Kiswantoro • Kamis, 16 April 2026 | 22:22 WIB
 Donald Trump (IST)
Donald Trump (IST)

 

PONTIANAK POST - Upaya membuka kembali jalur diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat kembali digerakkan.

Pakistan turun tangan sebagai mediator dengan membawa pesan langsung dari Presiden AS Donald Trump ke Teheran.

Delegasi Pakistan yang dipimpin Panglima Angkatan Darat Marsekal Lapangan Asim Munir tiba di Teheran pada Rabu (15/4).

Kunjungan tersebut bertujuan menyampaikan pesan dari Presiden AS sekaligus membuka jalan bagi putaran kedua perundingan antara Washington dan Teheran.

Delegasi itu terdiri atas unsur Kementerian Luar Negeri Pakistan, lembaga keamanan, serta pakar teknis.

Mereka dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi untuk membahas peluang kelanjutan negosiasi.

Media Iran Tasnim News Agency menyebut kunjungan tersebut menegaskan peran Pakistan sebagai mediator utama dalam komunikasi tidak langsung antara kedua negara.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baqaei membenarkan kedatangan delegasi tersebut.

“Pertukaran pesan antara Iran dan Amerika Serikat masih berlangsung di tengah upaya diplomasi,” ujarnya.

Sumber yang mengetahui proses negosiasi menyebut keputusan mengenai putaran perundingan berikutnya akan ditentukan setelah pertemuan dengan delegasi Pakistan.

Tim Iran disebut akan melakukan peninjauan terlebih dahulu sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Namun, keberlanjutan dialog sangat bergantung pada sikap Washington.

Iran menegaskan Amerika Serikat harus mematuhi kerangka negosiasi yang rasional dan tidak mengajukan tuntutan berlebihan.

Perkembangan di kawasan Timur Tengah juga ikut memengaruhi dinamika diplomasi tersebut.

Sumber diplomatik menilai gencatan senjata di Lebanon dapat menjadi sinyal positif bagi kelanjutan perundingan.

Peneliti senior di Teheran Abbas Aslani mengatakan isu nuklir tetap menjadi titik paling sensitif dalam pembicaraan.

“Jika ada kemauan politik, solusi sebenarnya bisa ditemukan,” ujarnya kepada Al Jazeera.

Namun, ia menilai sanksi baru yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap Iran telah memperburuk tingkat kepercayaan kedua pihak.

Selain itu, blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran juga meningkatkan ketegangan.

Di tengah upaya diplomasi, situasi keamanan di Selat Hormuz masih memanas.

Amerika Serikat mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai bagian dari tekanan ekonomi.

Penasihat militer Iran Mohsen Rezaei bahkan melontarkan peringatan keras terhadap kehadiran militer AS di jalur strategis tersebut.

“Kapal-kapal Anda akan ditenggelamkan oleh rudal pertama kami,” ujarnya.

Sebaliknya, penasihat Gedung Putih Stephen Miller menegaskan embargo terhadap Iran dapat berlangsung dalam jangka panjang.

“Embargo ini mencekik perekonomian Iran dan Amerika Serikat mampu mempertahankannya tanpa batas waktu,” katanya.

 

Pemulangan WNI dari Iran dan Lebanon

Di tengah meningkatnya ketegangan regional, pemerintah Indonesia terus memantau keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di kawasan tersebut.

Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Teheran dan KBRI Baku telah memfasilitasi evakuasi tahap ketiga WNI dari Iran.

Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Heni Hamidah menjelaskan para WNI diberangkatkan dari Teheran menuju Baku, Azerbaijan, melalui jalur darat pada 12 April.

Dari Baku, mereka melanjutkan perjalanan ke Jakarta menggunakan penerbangan komersial.

Pemulangan dilakukan dalam tiga kloter.

Kloter pertama tiba di Jakarta pada 14 April sebanyak 14 orang.

Kloter kedua tiba pada 15 April dengan sembilan orang, sedangkan kloter terakhir tiba pada 16 April dengan jumlah yang sama.

Masih terdapat 13 anak buah kapal yang untuk sementara ditampung di Baku sambil menunggu penerbangan berikutnya.

Setibanya di Indonesia, para WNI langsung diserahkan kepada Dinas Sosial dan Badan Penghubung Provinsi untuk dipulangkan ke daerah asal.

Berdasarkan data KBRI Teheran, setelah evakuasi tahap ketiga masih terdapat sekitar 236 WNI di Iran.

Mayoritas merupakan pelajar dan mahasiswa yang tinggal di Kota Qom.

Selain itu terdapat pekerja migran serta warga Indonesia yang menikah dengan warga setempat.

Kemenlu juga terus memantau kondisi WNI di Lebanon yang terdampak konflik dengan Israel.

Hingga saat ini seluruh WNI di negara tersebut dipastikan dalam kondisi aman.

Pemerintah tetap menyiapkan rencana kontinjensi jika situasi keamanan memburuk.

Saat ini terdapat 934 WNI di Lebanon, terdiri atas 756 prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB UNIFIL dan 178 warga sipil. (ars)


Fakta Penting

Poin Keterangan
Mediator Pakistan
Utusan Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir
Tujuan Menyampaikan pesan Presiden AS dan membuka perundingan baru
Pihak Iran Menlu Abbas Araqchi
Isu utama Program nuklir Iran dan sanksi AS
Ketegangan Blokade pelabuhan Iran dan situasi Selat Hormuz
WNI di Iran 236 orang
WNI di Lebanon 934 orang
Evakuasi WNI 3 kloter dari Iran via Baku

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Iran Amerika Serikat #diplomasi Pakistan Iran #pesan Trump Iran #evakuasi WNI Iran #konflik timur tengah