Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Keamanan Selat Hormuz Tidak Dijamin Jika Ekspor Minyak Iran Dibatasi

Uray Ronald • Senin, 20 April 2026 | 15:14 WIB
Wapres Iran Mohammad Reza Aref. (ANTARA)
Wapres Iran Mohammad Reza Aref. (ANTARA)

 

PONTIANAK POST – Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, melontarkan peringatan keras terkait stabilitas energi global pada Senin (20/4). 

Ia menegaskan bahwa keamanan di Selat Hormuz tidak dapat dijamin jika ekspor minyak Iran terus dibatasi oleh pihak Barat.

Melalui platform X, Aref menyatakan bahwa tidak ada pihak yang boleh mengharapkan keamanan pelayaran secara cuma-cuma jika hak ekonomi Iran dikebiri.

Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan blokade laut yang dipimpin Amerika Serikat.

"Keamanan Selat Hormuz tidaklah gratis," tulis Aref dikutip Antara.

Baca Juga: Kapal Perancis CMA CGM Ditembaki Pasukan Iran

Pilihan Sulit bagi Pasar Global 

Aref memberikan dua pilihan kepada dunia: mewujudkan pasar minyak yang bebas bagi semua negara, atau menanggung biaya besar bagi semua pihak.

Menurutnya, stabilitas harga BBM global sangat bergantung pada penghentian tekanan ekonomi dan militer terhadap Iran.

Komentar ini merujuk pada situasi panas sejak 28 Februari lalu, saat AS dan Israel melancarkan serangan bersama ke wilayah Iran.

Konflik tersebut telah menelan lebih dari 3.300 korban jiwa sebelum gencatan senjata sementara disepakati pada 8 April.

Baca Juga: Iran Balas Serang Kapal AS dengan Drone Usai Penyitaan Kapal TOUSKA

Blokade laut yang diterapkan AS sejak 13 April kian memperburuk keadaan.

Hal ini dianggap Iran sebagai pemicu utama gangguan keamanan maritim yang terjadi belakangan ini.

Menanti Perundingan Islamabad 

Pernyataan keras ini muncul tepat sehari sebelum putaran kedua perundingan di Islamabad, Pakistan, pada Selasa (21/4).

Pertemuan ini menjadi krusial setelah perundingan pertama pertengahan April lalu berakhir buntu tanpa kesepakatan.

Dunia kini menanti apakah diplomasi di Pakistan mampu meredam ketegangan di Selat Hormuz.

Baca Juga: AS Cegat dan Tembak Kapal Kargo Iran di Teluk Oman

Kegagalan perundingan ini dikhawatirkan akan memicu lonjakan harga minyak mentah dunia dan eskalasi militer yang lebih luas.

Saat ini, kedua belah pihak masih bertahan pada posisi masing-masing. Iran menuntut pencabutan sanksi ekonomi, sementara AS bersikeras mempertahankan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran.*

 

Editor : Uray Ronald
#Konflik AS-Iran #Keamanan Selat Hormuz #Mohammad Reza Aref #Ekspor Minyak Iran #Perundingan Islamabad