Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mantan Sekutu Trump Sebut Insiden Penembakan WHCD Jadi Alat Politik dan Pengalih Perhatian

Uray Ronald • Senin, 27 April 2026 | 22:52 WIB
Donald Trump. (ANTARA)
Donald Trump. (ANTARA)

 

PONTIANAK POST - Mantan sekutu Donald Trump, Marjorie Taylor Greene, melontarkan tuduhan serius terhadap sang Presiden. Greene menyebut Trump memanfaatkan insiden penembakan itu untuk mengalihkan perhatian rakyat.

Presiden berusia 79 tahun itu dievakuasi dari White House Correspondents’ Dinner (WHCD), Sabtu (25/4/2026). Insiden penembakan di Washington Hilton tersebut melibatkan terduga pelaku bernama Cole Thomas Allen.

Greene menduga Trump mengambil keuntungan dari insiden tersebut demi meloloskan undang-undang yang kontroversial.

Ia menyoroti upaya perpanjangan pasal FISA 702 yang dinilai merugikan privasi warga.

"Presiden menggunakan perang di Iran dan penembakan WHCD sebagai alasan agar Kongres meloloskan perpanjangan FISA 702," tulis Greene melalui akun X, dikutip Just Jared.

Mantan anggota Kongres Georgia ini menilai tindakan Presiden sangat tidak masuk akal. Ia menganggap tuntutan perpanjangan tersebut telah mengkhianati sumpah jabatan untuk menjaga konstitusi.

Baca Juga: Donald Trump Murka Disebut Pedofil dalam Manifesto Penembakan Gedung Putih

Menurutnya, pemerintah seharusnya tidak memiliki kemampuan untuk memata-matai warga negaranya sendiri.

Greene mendesak agar reotorisasi FISA 702 wajib menyertakan persyaratan surat perintah (warrant).

Kontroversi Privasi dan Manifesto Pelaku

FISA 702 merupakan bagian dari Undang-Undang Pengawasan Intelijen Asing yang akan berakhir pada 30 April. Aturan ini memungkinkan intelijen AS menyadap komunikasi warga asing di luar negeri.

Namun, komunikasi warga Amerika yang berhubungan dengan target asing juga ikut tersadap. Ironisnya, saat ini akses informasi tersebut tidak memerlukan surat perintah pengadilan.

Meskipun Trump belum membahas FISA 702 pasca-penembakan, ia diketahui mendukung perpanjangan aturan tersebut.

Hal inilah yang memicu kritik tajam dari Greene yang mengundurkan diri dari Kongres akhir 2025 lalu.

Selain itu, Greene juga mempertanyakan transparansi pemerintah terkait perilisan manifesto pelaku penembakan, Cole Allen.

Ia membandingkan kecepatan rilis data Allen dengan kasus Thomas Crooks pada tahun 2024.

Greene merasa heran mengapa informasi Thomas Crooks tetap tertutup rapat hingga saat ini. Padahal, Crooks adalah pelaku yang benar-benar berhasil melukai bagian telinga sang Presiden.(*)

Editor : Uray Ronald
#Penembakan WHCD #FISA 702 #Marjorie Taylor Greene #donald trump