PONTIANAK POST – Kapal tanker raksasa milik National Iranian Tanker Company (NITC) dilaporkan sukses menembus upaya blokade laut Amerika Serikat.
Kapal berjenis VLCC tersebut kini telah mencapai kawasan Asia Pasifik dengan muatan minyak mentah yang sangat besar.
Dilansir Zeenews, data TankerTrackers.com menunjukkan kapal bernama HUGE tersebut membawa lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah.
Nilai muatan supertanker ini ditaksir mencapai hampir 220 juta dolar AS atau setara Rp3,5 triliun.
Kapal HUGE terdeteksi berlayar melewati Selat Lombok menuju Kepulauan Riau (Kepri) setelah sempat terlacak di Sri Lanka.
Menariknya, tanker ini mematikan sinyal AIS (Automatic Identification System) sejak Maret lalu untuk menghindari deteksi radar Angkatan Laut Amerika Serikat.
Baca Juga: Supertanker Iran Lolos dari Pantauan Amerika, Masuk Perairan Indonesia Bawa Minyak Senilai 220 Juta Dolar
Ketegangan Maritim dan Klaim Blokade
Media pemerintah Iran mengklaim setidaknya 52 kapal mereka telah berhasil melewati jalur blokade Amerika Serikat.
Namun, militer AS menyatakan telah memaksa 41 kapal terkait Iran untuk berbalik arah sejak blokade diberlakukan.
Pihak Washington menegaskan bahwa pembatasan tetap efektif dan telah menyebabkan Iran rugi hingga miliaran dolar AS.
Baca Juga: Iran Ultimatum AS: Deadline 1 Bulan untuk Akhiri Blokade dan Perang
Di sisi lain, USS New Orleans tetap disiagakan di Laut Arab guna memperketat pengawasan lalu lintas kapal.
Respons Politik Terkait Blokade Minyak
Presiden Donald Trump menyatakan sedang meninjau proposal baru dari Republik Islam Iran untuk mengakhiri konflik ini.
Meski begitu, Trump mengaku masih cukup skeptis mengenai peluang tercapainya kesepakatan akhir antar kedua negara.*