Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Produksi Jet Tempur F-35 untuk Swiss Dimulai Meski Ditolak Aktivis, Pengiriman Perdana Ditargetkan Tahun Depan

Basilius Andreas Gas • Selasa, 5 Mei 2026 | 08:19 WIB
Ilustrasi - Pesawat jet tempur. (ANTARA/Anadolu)
Ilustrasi - Pesawat jet tempur. (ANTARA/Anadolu)

PONTIANAK POST- Pemerintah Amerika Serikat mulai memproduksi jet tempur F-35 Lightning II yang dipesan Swiss, meskipun penolakan dari kelompok aktivis masih berlangsung.

Kepala pengadaan pertahanan Swiss, Urs Loher, menyampaikan bahwa proses produksi telah berjalan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara yang dipublikasikan pada Senin.

Sebelumnya, laporan media Tribune de Geneve pada akhir April menyebutkan adanya petisi dari aktivis yang menolak pembelian jet tempur tersebut dari AS.

Penolakan itu didorong oleh meningkatnya biaya pengadaan dibandingkan kontrak awal, serta anggapan bahwa pesawat tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan pertahanan Swiss dan dinilai terlalu mahal.

“Produksi telah dimulai, bertentangan dengan klaim para penentang pembelian … Delapan pesawat pertama dijadwalkan dikirim tahun depan sesuai rencana,” kata Loher kepada Neue Zurcher Zeitung.

Swiss sebelumnya menandatangani kontrak pembelian 30 unit F-35A dari AS, dengan jadwal pengiriman yang direncanakan berlangsung pada periode 2027 hingga 2030.

Loher menambahkan, untuk membangun kekuatan udara yang optimal, Swiss diperkirakan membutuhkan antara 55 hingga 70 unit pesawat tempur.

Sebagai langkah sementara, ia juga mengusulkan agar armada F/A-18 Hornet yang saat ini masih beroperasi tetap digunakan hingga kebutuhan armada baru terpenuhi. (ant)

 

Editor : Basilius Andreas Gas
#jet tempur #as #Swiss #pertahanan