PONTIANAK POST - Aturan main di Selat Hormuz kini resmi berubah di bawah kendali ketat militer Iran. Langkah sepihak ini diambil setelah AS menangguhkan operasi pengawalan militernya (Project Freedom).
Kini, Angkatan Laut Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim kapal-kapal niaga mulai mematuhi regulasi transit baru tersebut.
Klaim ini disampaikan langsung melalui akun media sosial resmi mereka.
Pihak IRGC menyatakan kepatuhan kapal-kapal sangat membantu dalam menjaga keamanan maritim regional.
Langkah ini diambil guna meredam ketegangan pasca-konfrontasi bersenjata di wilayah tersebut.
Pihak militer Iran berjanji akan menjamin keselamatan pelayaran. Namun, jaminan ini hanya berlaku bagi kapal yang tunduk pada protokol baru.
Menurut IRGC, aturan ini ditegaskan kembali setelah mereka mengklaim berhasil menetralisasi ancaman dari pihak luar.
Baca Juga: Selat Hormuz Memanas: Trump Tiba-Tiba Tunda Operasi Militer Project Freedom
Sebelumnya, IRGC mengimbau seluruh kapal untuk hanya menggunakan rute navigasi yang telah ditentukan Iran.
Mereka memperingatkan bahwa penyimpangan rute akan dianggap sebagai tindakan berbahaya.
"Semua kapal yang berniat melewati selat harus menggunakan koridor yang diumumkan Iran, penyimpangan akan menghadapi tindakan tegas," sebut IRGC dilansir Anadolu.
Militer Iran kini memperketat pengawasan terhadap setiap kapal asing yang ingin masuk ke Teluk.
Wakil Kepala Politik IRGC, Yadollah Javani, menegaskan bahwa navigasi di selat tersebut sepenuhnya berada di bawah kendali Teheran.
Kapal yang melintas tidak bisa lagi bergerak bebas secara sepihak. Setiap kapal yang mau lewat harus mengantongi izin tertulis terlebih dahulu.
Izin tersebut harus diajukan langsung kepada angkatan bersenjata Iran.
Baca Juga: Selat Hormuz Memanas: AS Serang 7 Kapal Cepat Iran dalam ‘Project Freedom’
Ketegangan di jalur ini terus membara sejak serangan udara AS-Israel ke wilayah Iran.
Dampaknya, aktivitas pelayaran di salah satu jalur terpenting dunia ini sempat lumpuh total.
Meskipun kesepakatan damai permanen belum tercapai di Islamabad, gencatan senjata sementara masih terus diperpanjang.
Di sisi lain, AS hingga kini masih menerapkan blokade laut yang ketat terhadap kapal-kapal Iran.*
Editor : Uray Ronald