Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Inggris Kirim Kapal Perang HMS Dragon ke Selat Hormuz, Misi Lindungi Kapal Komersial

Uray Ronald • Minggu, 10 Mei 2026 | 09:55 WIB
HMS Dragon dikerahkan menuju Selat Hormuz. (SWNS)
HMS Dragon dikerahkan menuju Selat Hormuz. (SWNS)

 

PONTIANAK POST – Kementerian Pertahanan Inggris resmi mengerahkan kapal perang Royal Navy ke Timur Tengah pada Sabtu (9/5). 

Langkah ini diambil sebagai persiapan misi multinasional untuk melindungi kapal komersial di Selat Hormuz.

Kapal penghancur tipe 45, HMS Dragon, akan segera mengambil posisi strategis di kawasan tersebut.

Kapal ini sebelumnya bertugas di Mediterania timur dekat Siprus untuk mendukung stabilitas regional.

Baca Juga: Amerika dan Iran Saling Serang di Selat Hormuz, Trump: Gencatan Senjata Masih Berlaku  

Koalisi Maritim Inggris dan Prancis

HMS Dragon dipersiapkan untuk bergabung dalam inisiatif maritim yang dipimpin oleh Inggris dan Prancis.

Perdana Menteri Keir Starmer dan Presiden Emmanuel Macron telah menyatakan dukungan penuh terhadap misi kebebasan navigasi ini.

"Pengerahan HMS Dragon adalah bagian dari perencanaan matang untuk memastikan kesiapan Inggris dalam koalisi multinasional," ujar juru bicara kementerian dilansir Anadolu.

Baca Juga: Konflik Selat Hormuz: Iran Serang Kapal Destroyer AS dengan Rudal dan Drone

Menjaga Jalur Perdagangan Global

Tujuan utama misi ini adalah mengamankan transit kapal internasional saat kondisi memungkinkan mereka melintasi Selat Hormuz.

Jalur ini menjadi sangat berisiko sejak pecahnya perang antara AS-Israel melawan Iran pada Februari lalu.

“Kami memastikan Inggris siap mengamankan selat ini bersama Prancis segera setelah situasi memungkinkan,” tambah juru bicara tersebut dalam keterangan resminya.

Baca Juga: AS Blokade Pelabuhan Iran, IRGC Balas Sita Kapal Ocean Koi di Teluk Oman

Blokade dan Gencatan Senjata

Situasi di kawasan tetap tegang meski gencatan senjata hasil mediasi Pakistan telah berlaku sejak 8 April.

Negosiasi di Islamabad sejauh ini belum menghasilkan kesepakatan permanen untuk mengakhiri konflik.

Di sisi lain, Amerika Serikat masih memberlakukan blokade laut terhadap lalu lintas maritim Iran sejak 13 April.

Presiden Donald Trump juga mengumumkan penundaan sementara "Project Freedom" untuk memulihkan navigasi komersial.*

Editor : Uray Ronald
#HMS Dragon #Kapal Perang Inggris #Keamanan Maritim. #selat hormuz #Keir Starmer