PONTIANAK POST – Kementerian Pertahanan Inggris resmi mengerahkan kapal perang Royal Navy ke Timur Tengah pada Sabtu (9/5).
Langkah ini diambil sebagai persiapan misi multinasional untuk melindungi kapal komersial di Selat Hormuz.
Kapal penghancur tipe 45, HMS Dragon, akan segera mengambil posisi strategis di kawasan tersebut.
Kapal ini sebelumnya bertugas di Mediterania timur dekat Siprus untuk mendukung stabilitas regional.
Baca Juga: Amerika dan Iran Saling Serang di Selat Hormuz, Trump: Gencatan Senjata Masih Berlaku
Koalisi Maritim Inggris dan Prancis
HMS Dragon dipersiapkan untuk bergabung dalam inisiatif maritim yang dipimpin oleh Inggris dan Prancis.
Perdana Menteri Keir Starmer dan Presiden Emmanuel Macron telah menyatakan dukungan penuh terhadap misi kebebasan navigasi ini.
"Pengerahan HMS Dragon adalah bagian dari perencanaan matang untuk memastikan kesiapan Inggris dalam koalisi multinasional," ujar juru bicara kementerian dilansir Anadolu.
Baca Juga: Konflik Selat Hormuz: Iran Serang Kapal Destroyer AS dengan Rudal dan Drone
Menjaga Jalur Perdagangan Global
Tujuan utama misi ini adalah mengamankan transit kapal internasional saat kondisi memungkinkan mereka melintasi Selat Hormuz.
Jalur ini menjadi sangat berisiko sejak pecahnya perang antara AS-Israel melawan Iran pada Februari lalu.
“Kami memastikan Inggris siap mengamankan selat ini bersama Prancis segera setelah situasi memungkinkan,” tambah juru bicara tersebut dalam keterangan resminya.
Baca Juga: AS Blokade Pelabuhan Iran, IRGC Balas Sita Kapal Ocean Koi di Teluk Oman
Blokade dan Gencatan Senjata
Situasi di kawasan tetap tegang meski gencatan senjata hasil mediasi Pakistan telah berlaku sejak 8 April.
Negosiasi di Islamabad sejauh ini belum menghasilkan kesepakatan permanen untuk mengakhiri konflik.
Di sisi lain, Amerika Serikat masih memberlakukan blokade laut terhadap lalu lintas maritim Iran sejak 13 April.
Presiden Donald Trump juga mengumumkan penundaan sementara "Project Freedom" untuk memulihkan navigasi komersial.*
Editor : Uray Ronald