PONTIANAK POST - Perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa peperangan melawan Iran saat ini masih belum berakhir.
Ia menuntut pembongkaran seluruh fasilitas pengayaan serta penghapusan uranium tingkat tinggi milik Iran.
"Perang dengan Iran belum usai. Fasilitas pengayaan harus dibongkar dan uranium yang diperkaya tinggi harus disingkirkan," ujar Netanyahu dilansir Anadolu.
Netanyahu membeberkan sejumlah tujuan utama dalam konflik yang saat ini tengah berada dalam fase gencatan senjata.
Targetnya mencakup penghentian produksi rudal balistik hingga menetralisir faksi pro-Iran di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, Iran masih memiliki kapabilitas militer meskipun kekuatannya sudah jauh berkurang.
"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," ujarnya.
Baca Juga: Pangkalan Militer Rahasia Israel di Irak Terungkap, Khusus untuk Operasi Udara Lawan Iran
Dukungan Presiden Donald Trump
Netanyahu bahkan mengklaim peluang untuk masuk dan mengambil langsung uranium dari wilayah Iran.
Ia menyebut Presiden AS, Donald Trump, memiliki keinginan serupa untuk melakukan tindakan langsung tersebut.
Media Israel melaporkan Trump telah berjanji tidak akan memberi kelonggaran terkait isu nuklir Iran.
Saat ini, Tel Aviv masih menunggu keputusan resmi Washington mengenai masa depan hubungan dengan Teheran.
Baca Juga: Mojtaba Khamenei Pulih Total Usai Serangan AS-Israel di Teheran
Progres Diplomasi dan Gencatan Senjata
Di sisi lain, Iran telah mengirimkan tanggapan atas proposal damai AS melalui mediator Pakistan pada Minggu pagi.
Ketegangan kawasan ini sendiri memuncak sejak serangan AS-Israel pada akhir Februari lalu.
Meski gencatan senjata telah berlaku sejak April, perundingan di Islamabad belum membuahkan kesepakatan permanen.
Donald Trump memilih memperpanjang masa jeda perang ini untuk memberikan ruang bagi jalur diplomasi.*
Editor : Uray Ronald