Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

PM Anwar Ibrahim Tuntut Pemimpin Israel Netanyahu Bebaskan Aktivis Flotilla Gaza

Aristono Edi Kiswantoro • Selasa, 19 Mei 2026 | 22:45 WIB
Anwar Ibrahim
Anwar Ibrahim

 

PONTIANAK POST - Kecaman terhadap tindakan Israel yang menyergap dan menahan aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla terus berdatangan dari berbagai negara.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan mendesak pembebasan seluruh aktivis.

“Malaysia menuntut jaminan keselamatan bagi seluruh aktivis yang terlibat dan pembebasan mereka segera,” tulis Anwar melalui unggahan Facebook, Senin (19/5).

Lebih dari 100 aktivis kemanusiaan dilaporkan ditahan dalam operasi pencegatan kapal bantuan tersebut. Sebanyak 16 orang di antaranya merupakan warga negara Malaysia.

Anwar menuding Israel sengaja menghalangi bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza sekaligus membungkam solidaritas internasional terhadap rakyat Palestina.

“Penindasan terhadap rakyat Palestina dan mereka yang mengirim bantuan kemanusiaan harus segera dihentikan. Israel harus menghadapi keadilan serta tuntutan pertanggungjawaban,” tegasnya.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru memuji operasi penyergapan yang dilakukan militer negaranya terhadap rombongan flotilla tersebut.

Saat mengunjungi markas operasional di Kirya, Tel Aviv, Senin (18/5) waktu setempat, Netanyahu menyampaikan apresiasi kepada komandan armada kapal rudal Angkatan Laut Israel karena berhasil menggagalkan misi yang disebutnya sebagai ancaman terhadap blokade Gaza.

“Anda melakukan pekerjaan luar biasa, baik pada flotilla pertama maupun operasi kali ini, dan berhasil menggagalkan rencana jahat yang bertujuan mematahkan isolasi yang kita berlakukan terhadap teroris Hamas di Gaza,” ujar Netanyahu melalui radio komunikasi.

Pernyataan itu memicu reaksi keras dari kelompok kemanusiaan dan sejumlah negara yang menilai pengiriman bantuan untuk Gaza merupakan misi sipil dan kemanusiaan.

Kecaman juga datang dari Spanyol. Pemimpin partai kiri Spanyol, Ione Belarra, menyebut tindakan Israel membuktikan negara tersebut tidak menghormati hukum internasional.

Menurutnya, negara-negara Eropa ikut bertanggung jawab karena dinilai membiarkan tindakan Israel terus berlangsung tanpa tekanan serius.

“Israel menyerang dan menculik aktivis Global Sumud Flotilla tepat di tengah Laut Mediterania. Semua itu terjadi dengan impunitas total, sementara Eropa terus menjadi kaki tangan para pelaku genosida,” tulis Belarra seperti dilansir Anadolu Agency.

Kecaman serupa disampaikan anggota Parlemen Eropa Irene Montero. Ia menilai dunia internasional kembali gagal melindungi misi kemanusiaan untuk Gaza.

“Sekali lagi Israel membajak kapal bantuan kemanusiaan untuk Gaza di tengah Laut Mediterania tanpa ada yang melakukan apa pun,” tulis Montero di media sosial X.

Pencegatan terhadap Global Sumud Flotilla kembali memunculkan sorotan internasional terhadap keamanan relawan kemanusiaan di wilayah konflik. Insiden itu juga memperlihatkan meningkatnya ketegangan diplomatik terkait blokade dan distribusi bantuan ke Gaza.

Sejumlah organisasi HAM internasional sebelumnya telah berulang kali meminta adanya jalur aman bagi distribusi bantuan kemanusiaan untuk warga sipil Palestina. *

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Global Sumud Flotilla #aktivis kemanusiaan #anwar Ibrahim #benjamin netanyahu #bantuan gaza