Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Serangkaian Ulah Nasire Best di Gedung Putih: Halangi Kendaraan, Masuk tanpa Izin, hingga Serang Petugas

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 24 Mei 2026 | 21:46 WIB
Nasire Best
Nasire Best

 

PONTIANAK POST — Kepanikan terjadi di kompleks Gedung Putih setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah pos pengamanan United States Secret Service, Sabtu (24/5) sore waktu setempat. Pelaku bernama Nasire Best (21), warga Dundalk, Maryland, akhirnya tewas setelah ditembak petugas.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat di area dekat White House North Lawn, tak jauh dari sebuah gerai Starbucks di sekitar kompleks Gedung Putih.

Situasi mencekam dirasakan para jurnalis yang sedang bertugas di lokasi. Associate producer CBS News, Emma Nicholson, mengaku langsung berlindung setelah mendengar rentetan tembakan.

“Kami seketika merunduk. Secret Service kemudian menginstruksikan masuk ruang pers dan tetap meminta kami merunduk,” katanya.

Reporter ABC News, Selena Wang, juga mengatakan mendengar belasan suara tembakan saat sedang merekam video di sekitar Gedung Putih.

“Kami masih bersembunyi di ruang pers sekarang ini,” ujarnya dalam video yang dikirim ke redaksinya.

Pelaku Lepaskan Tembakan ke Pos Pengamanan

Berdasarkan keterangan resmi Secret Service, Nasire Best mengambil revolver dari dalam tasnya dan mulai menembak ke arah pos pengamanan.

“Pria bersenjata itu mengambil revolver dari dalam tasnya dan mulai menembak,” tulis Secret Service dalam keterangannya seperti dikutip USA Today.

Petugas kemudian membalas tembakan untuk melumpuhkan pelaku. Best tertembak dan meninggal dunia setelah sempat dibawa ke rumah sakit.

Dalam insiden tersebut, seorang warga sipil juga terkena tembakan saat upaya pelumpuhan berlangsung. Hingga berita ini ditulis, kondisi korban sipil belum diumumkan secara resmi.

Lockdown di kompleks Gedung Putih akhirnya dicabut sekitar pukul 18.45 waktu setempat.

Pernah Coba Masuk Gedung Putih tanpa Izin

Nasire Best ternyata bukan nama baru bagi Secret Service. Aparat keamanan Gedung Putih disebut sudah beberapa kali berhadapan dengan pria tersebut.

Pada 10 Juli 2025, Best pernah mencoba memasuki area Gedung Putih tanpa izin melalui salah satu akses di 1699 State Place NW. Saat itu, ia masuk melalui pintu putar bertuliskan “Do Not Enter Exit Only”.

Dalam dokumen persidangan, Best mengaku sebagai Yesus Kristus dan meminta untuk ditangkap.

Sehari setelah kejadian, hakim memerintahkan Best menjauh dari Gedung Putih.

Secret Service juga pernah mengamankan Best pada 11 Juni 2025 karena menghalangi kendaraan yang hendak memasuki kompleks Gedung Putih.

Riwayat Gangguan Mental

Atas insiden percobaan masuk tanpa izin tahun lalu, Best akhirnya dijatuhi perawatan kesehatan mental di sebuah klinik.

Riwayat gangguan mental tersebut kini kembali menjadi sorotan setelah penembakan di dekat Gedung Putih.

Meski demikian, hingga kini aparat penegak hukum belum menyampaikan motif pasti penyerangan tersebut maupun kemungkinan adanya keterkaitan dengan kelompok tertentu.

Trump Berada di Gedung Putih

Saat insiden berlangsung, Presiden Donald Trump dipastikan berada di dalam Gedung Putih.

Beberapa jam sebelum penembakan terjadi, Trump diketahui mengunggah pernyataan di media sosial Truth Social mengenai upaya penyelesaian perang dengan Iran.

Tidak ada petugas Secret Service yang terluka dalam peristiwa tersebut.

Keamanan Gedung Putih Kembali Disorot

Penembakan ini kembali memunculkan perhatian terhadap sistem pengamanan Gedung Putih, terutama setelah beberapa insiden pelanggaran keamanan dalam beberapa tahun terakhir.

Kasus tersebut juga terjadi hanya beberapa pekan setelah penyerangan saat acara jamuan makan malam Koresponden Gedung Putih pada April lalu yang berujung pada penangkapan seorang tersangka atas dugaan upaya pembunuhan Presiden Trump. (jpc)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#penembakan Washington DC #Secret Service #Nasire Best #gedung putih #donald trump