PONTIANAK POST — Rencana mencetak uang kertas pecahan 250 dolar AS bergambar Presiden AS saat ini, Donald Trump, mulai mengemuka menjelang peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat. Jika terealisasi, langkah tersebut akan menjadi peristiwa bersejarah karena untuk pertama kalinya dalam lebih dari 150 tahun, sosok yang masih hidup ditampilkan pada mata uang resmi AS.
Biro Pengukiran dan Percetakan Amerika Serikat (Bureau of Engraving and Printing/BEP) dikabarkan tengah melakukan kajian dan persiapan awal terkait kemungkinan penerbitan uang kertas 250 dolar AS tersebut. Rencana itu muncul sebagai bagian dari usulan memperingati Semiquincentennial atau 250 tahun berdirinya Amerika Serikat pada 2026.
Seorang juru bicara Departemen Keuangan AS mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang melakukan proses perencanaan dan uji kelayakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya legislasi yang diajukan oleh anggota DPR AS dari Partai Republik, Joe Wilson, yang mewakili South Carolina. Dalam usulannya, Wilson mendorong pemberian penghormatan simbolis kepada Presiden Donald Trump pada momentum 250 tahun berdirinya Amerika Serikat.
Laporan media AS menyebutkan bahwa sejumlah pejabat pemerintahan Trump telah beberapa kali meminta staf BEP menyiapkan prototipe desain uang kertas pecahan 250 dolar AS yang menampilkan potret Trump.
Menurut laporan tersebut, Bendahara AS Brandon Beach bersama penasihat seniornya, Mike Brown, disebut aktif mendorong proses awal perancangan desain sejak tahun lalu.
Jika usulan tersebut mendapat persetujuan Kongres, maka Amerika Serikat akan memasuki babak baru dalam sejarah mata uangnya. Selama lebih dari satu setengah abad, pemerintah AS melarang pencantuman gambar individu yang masih hidup pada uang kertas resmi negara.
Larangan tersebut bermula pada 1866 setelah muncul kontroversi ketika potret seorang pejabat tingkat menengah Departemen Keuangan dicetak pada uang kertas pecahan lima sen.
Peristiwa itu memicu kritik publik dan mendorong pemerintah menetapkan aturan yang melarang penggunaan gambar orang yang masih hidup pada mata uang AS.
Sejak saat itu, seluruh tokoh yang ditampilkan pada uang kertas maupun koin Amerika Serikat merupakan figur yang telah wafat dan memiliki nilai historis bagi bangsa tersebut.
Perdebatan mengenai rencana uang kertas 250 dolar AS tidak hanya berkaitan dengan desain mata uang. Bagi sebagian kalangan, langkah tersebut dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap seorang presiden yang masih menjabat.
Namun bagi pihak lain, usulan tersebut dinilai menyentuh tradisi panjang yang selama ini menjaga netralitas simbol-simbol negara.
Di tengah peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat, diskusi mengenai siapa yang layak diabadikan dalam mata uang resmi negara menjadi cerminan bagaimana bangsa itu memandang sejarah, kepemimpinan, dan identitas nasionalnya.
Fakta Penting
- Pecahan 250 dolar AS saat ini belum beredar resmi.
- Legislasi untuk menampilkan Donald Trump pada uang kertas telah diajukan ke Kongres.
- AS melarang gambar orang yang masih hidup pada mata uang sejak 1866.
- Jika disetujui, ini akan menjadi perubahan tradisi pertama dalam lebih dari 150 tahun.
- Rencana tersebut dikaitkan dengan peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat pada 2026.
(ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro