Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Korban Tewas Gempa Filipina Naik Jadi 55 Orang, Ribuan Rumah Rusak

Efprizan • Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:43 WIB
Sedikitnya 55 orang tewas, 38 orang hilang, dan 1.120 orang mengalami luka-luka setelah gempa bumi bermagnitudo 7.8 mengguncang lepas pantai selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6). (ANTARA/Xinhua)
Sedikitnya 55 orang tewas, 38 orang hilang, dan 1.120 orang mengalami luka-luka setelah gempa bumi bermagnitudo 7.8 mengguncang lepas pantai selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6). (ANTARA/Xinhua)

PONTIANAK POST - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang lepas pantai selatan Pulau Mindanao, Filipina, bertambah menjadi 55 orang, sementara 38 orang masih dinyatakan hilang dan 1.120 lainnya mengalami luka-luka, menurut Dewan Penanggulangan dan Mitigasi Risiko Bencana Nasional Filipina (NDRRMC), Jumat (12/6).

Bencana yang terjadi pada Senin (8/6) itu telah berdampak pada lebih dari 86.000 keluarga atau sekitar 390.000 penduduk di berbagai wilayah terdampak, berdasarkan data NDRRMC.

Sebanyak 19.000 rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan kuat yang disertai ribuan gempa susulan.

Infrastruktur Terdampak

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah infrastruktur penting, termasuk jalan raya, jembatan, bandara, dan fasilitas pelabuhan yang mengganggu aktivitas transportasi serta distribusi bantuan.

Baca Juga: Gempa 3,9 Magnitudo Guncang Kalimantan Utara Saat Subuh, BMKG Catat Episentrum Dekat Laut Sulawesi

Bandara Internasional General Santos masih ditutup untuk penerbangan komersial, namun tetap digunakan untuk mendukung penerbangan militer dan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Selain itu, pasokan listrik di 48 kota dan munisipalitas sempat mengalami gangguan akibat dampak gempa.

Ribuan Personel Dikerahkan

Pemerintah Filipina telah mengerahkan lebih dari 3.700 personel untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di sejumlah wilayah yang mengalami kerusakan parah.

Upaya pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan puluhan warga yang dilaporkan hilang di tengah reruntuhan bangunan dan kawasan terdampak lainnya.

Baca Juga: Pemkab Sintang Minta Warga Siaga Gempa, Perkuat Edukasi dan Mitigasi Bencana

Di sejumlah lokasi, warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak atau khawatir terhadap gempa susulan yang masih terjadi.

Lebih dari 3.800 Gempa Susulan

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina menyatakan gempa tektonik tersebut terjadi pada pukul 07.37 waktu setempat dengan kedalaman 33 kilometer.

Pusat gempa berada sekitar 32 kilometer barat daya pesisir Maasim, Provinsi Sarangani, di Pulau Mindanao.

Lembaga tersebut mencatat lebih dari 3.860 gempa susulan sejak guncangan utama terjadi, menunjukkan tingginya aktivitas seismik di kawasan tersebut.

Baca Juga: BMKG Catat Tujuh Gempa di Sintang Sejak 2019, Lima Terjadi Sepanjang Tahun 2026

Filipina merupakan salah satu negara yang paling sering mengalami gempa bumi karena berada di kawasan "Cincin Api" Pasifik, jalur pertemuan lempeng tektonik yang aktif dan rawan gempa serta letusan gunung berapi. (*)

Editor : Efprizan
#gempa filipina #korban gempa Mindanao #gempa magnitudo 7.8 #NDRRMC Filipina #bencana Filipina 2026