Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kementerian Kesehatan Amerika Dukung Pembatasan Kratom Sintetis, Larangan Tidak Menyasar Daun Kratom Alami

Uray Ronald • Sabtu, 4 Juli 2026 | 07:01 WIB
Berbagai produk kratom sintetis yang marak di Amerika. (stateline)
Berbagai produk kratom sintetis yang marak di Amerika. (stateline)

 

PONTIANAK POST - Pemerintah Amerika Serikat memperketat pengawasan terhadap 7-OH, senyawa terkait kratom (kratom sintetis) yang dinilai memiliki efek menyerupai opioid.

Melalui situs resminya, Kementerian Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika/Department of Health and Human Services (HHS) serta Food and Drug Administration (FDA) pada Rabu (1/7) menyatakan mendukung langkah Drug Enforcement Administration (DEA) yang memulai proses penempatan sementara 7-OH berkonsentrasi tinggi ke dalam Schedule I berdasarkan Controlled Substances Act.

Kategori ini merupakan klasifikasi yang sama dengan heroin menurut hukum federal Amerika Serikat.

Langkah tersebut dilakukan karena pemerintah menilai produk 7-OH yang diperkaya maupun turunannya berpotensi memicu kecanduan dan membahayakan kesehatan masyarakat. 

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Amerika Serikat menekan penyalahgunaan opioid sintetis yang terus berkembang.

Baca Juga: Amerika Berencana Larang Sementara Kratom Sintetis yang Picu Kecanduan, Kratom Alami Tetap Aman

DEA Targetkan 7-OH Berkadar Tinggi dan Tiga Turunan Sintetis

DEA menerbitkan dua Notice of Intent (NOI) sebagai dasar kebijakan. Pemberitahuan pertama mengusulkan penempatan 7-hydroxymitragynine (7-OH) di atas ambang batas tertentu ke dalam Schedule I. Pemberitahuan kedua mencakup tiga turunan sintetis, yaitu:

Ketiga senyawa tersebut diusulkan masuk Schedule I karena dinilai menimbulkan ancaman terhadap keselamatan publik.

Pemerintah Buka Ruang Masukan Publik Selama 30 Hari

Bersamaan dengan penerbitan Notice of Intent, Office of the Assistant Secretary for Health (OASH) membuka Request for Information (RFI) selama 30 hari.

Pemerintah meminta masukan ilmiah mengenai ambang batas kandungan 7-OH yang dianggap membahayakan keselamatan publik serta metode pengukuran yang dinilai paling tepat.

Setelah masa konsultasi berakhir, seluruh masukan akan diteruskan kepada Jaksa Agung Amerika Serikat sebagai bahan pertimbangan sebelum keputusan penjadwalan sementara diterbitkan.

Apabila disetujui, status Schedule I dapat berlaku selama dua tahun dan diperpanjang satu tahun apabila masih dianggap diperlukan untuk mencegah ancaman terhadap keselamatan masyarakat.

Robert F. Kennedy Jr.: Produk Ini Mengancam Nyawa Warga Amerika

Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat Robert F. Kennedy Jr. mengatakan keputusan tersebut didasarkan pada hasil kajian ilmiah yang dilakukan HHS.

"Saya memuji DEA karena mengambil tindakan tegas terhadap zat-zat yang adiktif dan berbahaya ini. 7-OH, MP, MGM-15, dan MGM-16 adalah opioid berbahaya yang memicu kecanduan dan membahayakan nyawa warga Amerika," katanya.

"HHS telah meninjau bukti ilmiah dan merekomendasikan langkah ini."

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah memandang produk-produk tersebut sebagai ancaman kesehatan masyarakat yang memerlukan tindakan cepat.

Baca Juga: Kratom Sintetis 7-OH Marak di Amerika, FDA Desak Pelarangan Total karena Efeknya Setara Heroin

Larangan Tidak Menyasar Daun Kratom Alami

HHS dan FDA menegaskan kebijakan ini tidak ditujukan untuk daun kratom alami yang hanya mengandung 7-OH dalam jumlah minim (trace amount).

Menurut pemerintah, rekomendasi penjadwalan hanya berlaku bagi produk dengan kandungan 7-OH yang melebihi ambang batas tertentu.

Sementara itu, tiga senyawa lain yang diusulkan masuk Schedule I, yakni MP, MGM-15, dan MGM-16, disebut tidak ditemukan secara alami pada tanaman kratom.

DEA: Produk Sintetis Berkonsentrasi Tinggi Menjadi Ancaman Baru

Administrator DEA Terrance Cole mengatakan tindakan pemerintah difokuskan pada produk sintetis berkonsentrasi tinggi yang semakin banyak beredar.

"Langkah hari ini menargetkan produk 7-OH sintetis berkonsentrasi tinggi yang menjadi ancaman baru bagi keselamatan dan kesehatan masyarakat. Penjadwalan sementara ini memberikan aparat penegak hukum dan mitra kesehatan masyarakat perangkat yang diperlukan untuk menghadapi ancaman tersebut."

Ia juga mengapresiasi dukungan ilmiah dari FDA dan kerja sama berkelanjutan dengan HHS dalam menangani zat-zat berbahaya yang muncul di pasar.

Produk Dijual sebagai Ekstrak Kratom hingga Permen dan Minuman

Menurut pemerintah Amerika Serikat, MP dan MGM-15 telah dipasarkan melalui internet dalam berbagai bentuk, seperti permen, tablet, dan minuman cair.

Produk-produk tersebut kerap dipromosikan sebagai ekstrak kratom meskipun mengandung senyawa opioid sintetis.

Pada Juli 2025, FDA mengirimkan surat peringatan kepada tujuh perusahaan yang memasarkan produk ilegal mengandung 7-OH, termasuk tablet, permen kenyal, campuran minuman, dan minuman siap konsumsi.

Kemudian pada Desember 2025, FDA bersama Department of Justice dan U.S. Marshals Service menyita produk suplemen dan pangan ilegal mengandung 7-OH senilai sekitar 1 juta dolar AS dari tiga perusahaan di Missouri.

HHS menyatakan langkah ini merupakan bagian dari strategi lebih luas Pemerintahan Presiden Donald Trump dalam menekan epidemi opioid di Amerika Serikat.*

Editor : Uray Ronald
#DEA #7-OH #FDA #HHS #kratom