PONTIANAK POST – Hamas menegaskan tidak akan menyerahkan persenjataannya sebelum Israel menarik seluruh pasukannya dari Jalur Gaza. Sikap itu menjadi ganjalan utama dalam proposal perdamaian yang diklaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai jalan menuju pembentukan pemerintahan Palestina baru di Gaza.
Trump menyatakan kesepakatan yang tengah dimediasi Amerika Serikat mencakup pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel, serta pembentukan pemerintahan teknokrat Palestina yang akan bekerja sama dengan Board of Peace. Menurut Trump, langkah tersebut akan mengakhiri penggunaan Gaza sebagai basis serangan kelompok bersenjata sekaligus membuka jalan bagi rekonstruksi wilayah itu.
"Kesepakatan ini merupakan langkah penting menuju Gaza yang akhirnya diperintah oleh pemerintahan Palestina baru yang akan bekerja erat dengan Board of Peace demi membantu rakyat Palestina," tulis Trump dalam Turth Social.
Baca Juga: 33 Warga Palestina Tewas Ditembak Israel Saat Iduladha, Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk
20 Poin Kesepakatan
Dalam proposal berisi 20 poin, Hamas diminta menyerahkan seluruh persenjataannya dan menghancurkan jaringan terowongan bawah tanah. Sebagai imbalannya, Israel akan menarik pasukannya dari Gaza, pemerintahan Palestina baru dibentuk, pasukan keamanan internasional ditempatkan, dan proses pembangunan kembali Gaza dimulai.
Namun, anggota tim perunding Hamas Ghazi Hamad menegaskan pelucutan senjata tidak akan dibahas sebelum Israel memenuhi kewajibannya menarik pasukan dari Jalur Gaza. Hamas juga menegaskan hanya akan menjalankan komitmennya setelah Israel melaksanakan seluruh isi kesepakatan.
"Kami tidak akan mengambil langkah apa pun terkait pelucutan senjata sebelum Israel menarik diri dari Jalur Gaza," kata Hamad kepada Al Jazeera.
Tuntut Demiliterisasi
Di sisi lain, pemerintah Israel tetap bersikeras bahwa Hamas harus lebih dulu dilucuti sepenuhnya. Israel juga menuntut seluruh persenjataan di Gaza dihapus dan wilayah tersebut didemiliterisasi sebelum proses politik dijalankan.
Meski Trump menyebut kesepakatan telah tercapai, perbedaan mengenai urutan pelaksanaan masih menghambat negosiasi. Rencana gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat sebenarnya telah disepakati sejak tahun lalu, tetapi pembahasan fase kedua terus menemui jalan buntu akibat perbedaan sikap kedua pihak. (lyn/gas)
Editor : Rafael B. Junior