Sekolah di Serian Ditutup Hingga Jumat Akibat Kabut Asap, Kualitas Udara Masih Tidak Sehat

Uray Ronald • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:16 WIB
Petugas sebuah sekolah di Serian, Sarawak memasang pengumuman tentang penutupan sementara sekolah akibat kabut asap (jerebu). (Utusan Borneo)
Petugas sebuah sekolah di Serian, Sarawak memasang pengumuman tentang penutupan sementara sekolah akibat kabut asap (jerebu). (Utusan Borneo)

 

PONTIANAK POST - Penutupan sementara sekolah-sekolah yang terdampak kabut asap (jerebu) di kawasan Serian, Sarawak, diperpanjang hingga Jumat, 14 Agustus 2026. Keputusan tersebut diambil Jabatan Pendidikan Negeri Sarawak (JPNS) setelah mempertimbangkan kondisi kabut asap dan hasil dialog dengan pihak sekolah.

JPNS menyampaikan dialog dilaksanakan bersama kepala sekolah menengah dan sekolah dasar di bawah pengawasan Pejabat Pendidikan Daerah (PPD) Serian.

“Keputusan ini dibuat agar tidak membebani pihak administrator sekolah, guru, orang tua serta murid-murid terutama yang melibatkan sekolah berasrama.”

“Setiap perubahan atau informasi terkini akan disampaikan dari waktu ke waktu,” demikian pernyataan JPNS dilansir Utusan Borneo.

Baca Juga: Karhutla Kalbar Meningkat, OMC Diperkuat Cegah Asap Lintas Batas ke Sarawak

IPU Serian Masuk Kategori Tidak Sehat

Kondisi kualitas udara menjadi salah satu perhatian dalam keputusan tersebut. Berdasarkan data Air Pollutant Index Management System (APIMS), Serian mencatat Indeks Pencemaran Udara (IPU) 178 pada pukul 16.00 waktu setempat dan berada dalam kategori tidak sehat akibat kabut asap lintas batas.

Dalam laporan berikutnya yang dikeluarkan Jabatan Alam Sekitar (JAS) melalui APIMS hingga pukul 17.00, Serian kembali mencatat angka tertinggi untuk kategori tidak sehat, yakni 179.

Baca Juga: 107 Sekolah di Sarawak Ditutup karena Kiriman Kabut Asap dari Indonesia dan Karhutla Lokal

Selain Serian, sejumlah kawasan lain di Sarawak juga mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat.

Samarahan dan Kuching masing-masing mencatat IPU 177. Sementara itu, Sri Aman berada pada angka 163, Sarikei 158, Sibu 150, dan Mukah 152.

Secara keseluruhan, tujuh kawasan masih berada dalam kategori tidak sehat, turun dari sembilan kawasan pada Rabu (12/8).

Sekolah Diminta Pantau Kondisi Udara

JPNS mengingatkan seluruh institusi pendidikan di bawah pengawasannya untuk mengikuti prosedur operasi standar (SOP) yang ditetapkan.

Institusi pendidikan juga diminta merujuk Surat Edaran Kementerian Pendidikan Malaysia Bilangan 1 Tahun 2019 tentang langkah-langkah menjamin kesehatan dan keselamatan murid di sekolah yang berada di kawasan berjerebu yang dianggap kritis, bertanggal 15 Januari 2019.

Panduan tersebut menekankan pentingnya mengutamakan kesehatan murid dan guru selama kondisi kabut asap.

JPNS juga mengingatkan seluruh institusi pendidikan untuk mengikuti pedoman dalam Surat Edaran Kementerian Pendidikan Malaysia Bilangan 3 Tahun 2023 tentang pelaksanaan aktivitas luar institusi pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan Malaysia selama cuaca panas, bertanggal 6 Juni 2023.

Baca Juga: Tokoh Malaysia Beri Peringatan Keras Soal Kabut Asap Lintas Batas, Jerebu Sarawak Jadi Alarm

Institusi Pendidikan Diminta Ikuti Saranan Kesehatan

Selain memantau perkembangan kualitas udara melalui APIMS, institusi pendidikan diminta mengikuti saranan Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) dari waktu ke waktu.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesehatan murid dan seluruh warga institusi pendidikan selama kondisi kabut asap berlangsung.

JPNS menyatakan setiap perkembangan terbaru mengenai penutupan sekolah maupun kondisi pendidikan di Serian akan disampaikan dari waktu ke waktu.

Kawasan dengan IPU Kategori Sedang

Di sisi lain, enam kawasan lainnya mencatat IPU dalam kategori sedang, dengan rentang 60 hingga 97.

Kawasan tersebut meliputi Limbang, ILP Miri, Miri, Samalaju, Bintulu, dan Kapit.

Editor : Uray Ronald
Sumber : Utusan Borneo, Utusan Sarawak
sekolah ditutup akibat jerebu Serian kabut asap Serian IPU Serian JPNS Sarawak penutupan sekolah 14 Agustus 2026