710 Sekolah di Sarawak Ditutup Sementara Akibat Kabut Asap

Uray Ronald • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 23:13 WIB
Salah satu dari ratusan sekolah di Sarawak, Malaysia yang ditutup sementara akibat jerebu atau kabut asap. Penutupan dijadwalkan pada 7-11 September 2026. (Utusan Sarawak)
Salah satu dari ratusan sekolah di Sarawak, Malaysia yang ditutup sementara akibat jerebu atau kabut asap. Penutupan dijadwalkan pada 7-11 September 2026. (Utusan Sarawak)

 

PONTIANAK POST - Sebanyak 710 sekolah di Sarawak, Malaysia, ditutup sementara pada 7-11 September 2026 akibat kondisi jerebu atau kabut asap yang melanda sejumlah kawasan di negeri tersebut. Penutupan itu berdampak pada 238.303 murid.

Jabatan Pendidikan Negeri (JPN) Sarawak dalam keterangan resminya menyebutkan jumlah tersebut terdiri atas 617 sekolah rendah dengan 130.953 murid dan 93 sekolah menengah dengan 107.350 murid.

Sekolah-sekolah itu berada di bawah pengawasan 14 Pejabat Pendidikan Daerah (PPD) yang terdampak kondisi jerebu.

Dalam perkembangan terbaru, sebanyak 63 sekolah di bawah PPD Bintulu dan PPD Tatau/Sebauh juga diputuskan untuk ditutup sementara selama periode tersebut.

Dari 63 sekolah itu, sebanyak 54 merupakan sekolah rendah dengan 22.476 murid, sedangkan sembilan lainnya merupakan sekolah menengah dengan 17.268 murid.

JPN Sarawak mengatakan keputusan penutupan sementara diambil berdasarkan pemantauan berkelanjutan dan bacaan Indeks Pencemar Udara (IPU) hingga pukul 20.00 waktu setempat.

Beberapa lokasi di Sarawak mencatatkan IPU pada kategori tidak sehat.

Baca Juga: Kualitas Udara Sarawak Memburuk, Rumah Sakit Siaga Hadapi Lonjakan Kasus Akibat Kabut Asap

Penutupan sementara sekolah dilakukan untuk memastikan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan murid tetap menjadi prioritas di tengah kondisi cuaca panas dan jerebu.

“Jabatan Pendidikan Negeri (JPN) sentiasa menitikberatkan penjagaan kebajikan, kesihatan dan keselamatan murid khususnya semasa menghadapi keadaan cuaca panas ataupun sebarang keadaan cuaca yang di luar jangkaan,” demikian pernyataan JPN.

Pembelajaran Dilakukan dari Rumah

Selama sekolah ditutup, kegiatan Pengajaran dan Pembelajaran di Rumah (PdPR) akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Surat Siaran Kementerian Pendidikan Malaysia Bilangan 8 Tahun 2016 tentang Garis Panduan Pengurusan Pengajaran dan Pembelajaran Akibat Bencana.

Pihak sekolah juga diminta mematuhi prosedur operasi standar (SOP) yang ditetapkan serta merujuk panduan Kementerian Pendidikan Malaysia mengenai langkah menjaga kesehatan dan keselamatan murid di kawasan yang mengalami jerebu kritis.

JPN Sarawak turut meminta seluruh institusi pendidikan di bawah pengawasannya untuk memantau perkembangan IPU secara berkala melalui Portal Resmi Jabatan Alam Sekitar dan Air Pollutant Index Management System (APIMS).

Baca Juga: Kabut Asap dan Kualitas Udara di Sarawak Memburuk, Karhutla Kalbar Disorot

Sekolah juga diminta mengikuti saran Kementerian Kesihatan Malaysia dari masa ke masa. JPN Sarawak mengatakan setiap perubahan atau informasi terbaru mengenai penutupan sekolah akan disampaikan kepada masyarakat.

JPN menegaskan aspek kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan seluruh warga pendidikan Sarawak tetap menjadi keutamaan selama kondisi jerebu berlangsung.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Utusan Sarawak
jerebu Sarawak sekolah Sarawak ditutup sekolah Sarawak ditutup akibat jerebu 710 sekolah Sarawak kabut asap