Tampilannya catchy dengan bentuk bulat. Di dalamnya terdapat ruang yang berfungsi sebagai “tandon air”. Fungsinya mencukupi kebutuhan air pada tanaman. Berbeda dengan kebanyakan pot pada umumnya, bobupot tidak memiliki lubang di bawahnya. Hal itu membuatnya mudah ditempatkan di mana saja. Dimiringkan pun tak masalah.
Materialnya pun berbeda. Jika dilihat dari luar, tampak butiran gabah atau pasir. Pembuatannya pun tidak mudah. Setidaknya dibutuhkan riset hampir setahun. Hal itu dilakukan untuk memastikan tanaman tetap bisa tumbuh. Termasuk saat berada di ruangan ber-AC.
“Dari riset, hasilnya bagus, tanaman tumbuh sehat,” kata pencetus bobupot Anddys Firstanty.
Bobupot terbuat dari beberapa lapisan. Bagian luarnya dari cocopeat dan sekam. Kemudian dipres dengan tambahan perekat. Nah, bulatannya terbuat dari high-density polyethylene (HDPE) sehingga mampu menopang beban tanaman di dalamnya.
Anddys menuturkan, media tanam bobupot menyesuaikan dengan jenis tanaman. Di samping itu, melihat besarannya. Jika diameternya 40 sentimeter, sekam dan pupuk lebih banyak jika dibandingkan dengan tanah. Tujuannya, beban tidak begitu berat mengingat penempatan bobupot kerap digantung.
Perbedaan lainnya dengan pot biasa, bobupot tidak memiliki lubang di bawahnya. Sistem irigasi air dilakukan mandiri di dalam. Dengan begitu, ketika penempatannya digantung pun bobupot tetap aman. Tidak ada air yang tumpah sehingga area di bawahnya tetap bersih.
Anddys menambahkan, bobupot didesain sedemikian rupa. Bentuk bulatnya memiliki view 360 derajat. “Cocok untuk dijadikan elemen interior yang berkonsep natural,” ujar alumnus Arsitektur ITS Surabaya serta S-2 Landscape Architecture Hochschule Anhalt, Jerman, tersebut.
Tak hanya tampil alami, bobupot juga mampu membantu ruangan menjadi dingin. “Terutama untuk bobupot yang tanamannya membutuhkan banyak air,” ucap Anddys.
Sebab, selain transpirasi dari tanaman, konsep bobupot yang memiliki tandon air di dalamnya turut membantu membuat kondisi ruangan lebih dingin. Karena itu, bobupot dinilai bisa menjadi salah satu solusi untuk interior garden. Khususnya di perkotaan yang suhu udaranya cukup panas. (omy/c19/nor)
Minim Perawatan, Cocok buat Yang Jarang di Rumah
REPOTKAH menanam dengan bobupot? Ternyata perawatannya mudah. Sebab, sistem pengairan kebutuhan air pada tanaman sudah diatur menyesuaikan dengan tanamannya. Ada sebuah sumbu di bagian dalamnya untuk jenis tanaman yang memerlukan cukup banyak air.
“Fungsinya untuk memenuhi kebutuhan air bagi tanaman,” ujar Anddys.
Namun, jika yang ditanam kaktus, tidak diperlukan sumbu di dalamnya. Sebab, jenis tanaman tersebut tidak membutuhkan banyak air. Penyiramannya cukup disemprot sedikit saja dua minggu atau sebulan sekali. Dengan begitu, mereka yang punya kesibukan tinggi atau jarang di rumah tidak mengalami masalah.
Saat disentuh, tekstur alamnya sangat terasa. Sebab, selain terbuat dari sekam dan cocopeat, Anddys menambahkan pasir putih di bagian luarnya. Bobupot juga mampu menjadi media tanam bagi tanaman produktif.
Anddys menuturkan, saat ini dirinya masih berfokus pada proyek green building. Green partner-nya, antara lain, kafe, resto, maupun hotel. Bobupot yang di-launching September lalu itu dibuat dengan tujuan menghijaukan lingkungan dengan cara yang mudah dan minim perawatan.
Harapannya, banyak yang terinspirasi untuk mulai menanam. Terutama masyarakat urban yang ingin berkebun, tapi terkendala kesibukan maupun lahan terbatas. (omy/c19/nor)