Dalam sambutannya Bupati Fransiskus Diaan mengapresiasi dan bangga serta menyambut baik atas dibangunnya objek wisata yang ada di Desa Rantau Kalis itu.
“Objek wisata seperti ini merupakan yang pertama di kabupaten Kapuas Hulu. Tentu akan menjadi kebanggaan kita bersama karena tidak semua daerah di Kalimantan barat memiliki wisata arung jeram,” ungkap Fransiskus Diaan.
Orang nomor satu di Bumi Uncak Kapuas ini juga mendukung niat baik masyarakat setempat yang ingin menjadikan desa mereka menjadi desa hijau dan produktif.
“Pemerintah sangat mendukung sekali jika masyarakat Rantau Kalis ingin mendeklarasikan desa hijau dan produktif, karena kawasan hutan di lokasi ini sangat luas,” ucap Bupati.
Sementara itu, Kades Rantau Kalis Yohanes Sunan menuturkan jika potensi wisata di desa rantau kalis cukup banyak.
“Ada arung jeram, air terjun, prasasti perjanjian Iban dan Kalis yaitu kayu abulingkung. Ada juga potensi batu betapa. Ada betang yang sedang dibangun untuk home stay dan untuk pengembangan budaya 13x30 meter yang sedang kami bangun,” papar Yohanes Sunan.
Untuk meningkatkan pengembangan pariwisata di wilayah tersebut, Sunan mohon bantuan Pemerintah Daerah.
“Kami komitmen bila pemda bangun disini, hasil pariwisata ini juga akan kami diberikan sebagai PAD Kapuas Hulu,” janji Kades Rantau Kalis ini. (dRe) Editor : Syahriani Siregar