Pengendara berburu BBM jenis pertalite karena sudah beberapa hari ini pengendara kesulitan mendapatkan BBM tersebut. Akibatnya, antrean panjang kendaraan di beberapa SPBU tidak terhindarkan. Bahkan sejumlah SPBU justru kehabisan stok BBM mulai dari jenis solar, dexlite, hingga pertalite. Bahkan adapun BBM jenis pertalite di tingkat eceran harganya mulai naik yakni Rp13 ribu – Rp15 ribu.
Anan, warga Putussibau mengaku harus mengikuti antrean panjang di SPBU demi mengisi kendaraannya. "Semua SPBU antre panjang. Saya sudah lama antre, " katanya, Rabu (14/06).
Anan mengatakan bahwa SPBU di Kota Putussibau sudah beberapa hari ini banyak pengendara yang antre mengisi BBM. Dirinya juga tidak tahu pasti kenapa antrean panjang terjadi di beberapa SPBU.
"Seperti SPBU dalam kota ini, sudah satu minggu tidak buka dan baru hari ini buka dan antrean pun panjang," ujarnya.
Dia mengakui, dengan langkanya BBM di SPBU di Putussibau ini, terpaksa mengisi minyak di warung eceran warga yang harganya saat ini bervariasi mulai dari Rp13 ribu – Rp15 ribu.
"Kita mau bagaimana minyak di SPBU ini tetap ada seperti biasa. Karena kita tidak mampu harus mengisi minyak eceran," harapnya.
Hal senada diungkapkan Lepok, warga Putussibau. Menurutnya, sudah beberapa hari ini harga minyak di warung eceran mulai naik yang biasanya Rp12 ribu menjadi Rp13 ribu perliter.
"Makanya saya ikut antre di SPBU ini, karena di warung eceran sudah mahal minyak," ucapnya.
Sebagai warga dirinya berharap bagaimana ketersediaan minyak di SPBU di Kota Putussibau ini lancar dan normal seperti biasa, sehingga masyarakat tidak kesulitan untuk mendapatkannya. "Sekarang ekonomi sulit, diperparah lagi dengan harga minyak yang sulit didapatkan," ucapnya.
Sementara Ruli Perdana, pengelola SPBU Gelora Jumhana Kota Putussibau memastikan bahwa BBM, khususnya pertalite tidak langka. Hanya saja dia beralasan, untuk mengambil BBM ini yang biasanya mereka harus ke Kabupaten Sintang, kini ke Kabupaten Sanggau.
"Kami saja sudah satu minggu tutup dan baru hari ini buka kembali. Kami terkendala dalam pengambilan BBM tersebut, karena biasanya ambil minyak ini di Sintang sekarang ke Sanggau. Sekarang di Sintang itu sungai lagi kemarau, sehingga tongkang minyak tak bisa merapat, sehingga dialihkan ke Kabupaten Sanggau," ujarnya.
Ruli mengatakan, wajar jika minyak di tingkat eceran harganya mulai naik, karena SPBU stok minyak tidak ada.
"Kita saja kemarin dapat minyak dua tangki dan langsung kita layani masyarakat, " pungkasnya.
Perlu ketahui bahwa antrean panjang pengendara ke SPBU ini bukan hanya terjadi di SPBU Gelora Jumhana saja, melainkan terjadi juga di beberapa SPBU yang ada di Kota Putussibau. (fik) Editor : Misbahul Munir S