Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Seorang Bidan Tewas Mengenaskan di Semitau

A'an • Rabu, 25 Oktober 2023 | 13:39 WIB

OLAH TKP: Pihak Polsek Semitau saat melakukan olah TKP penemuan sesosok mayat di Perumahan Pondok II PT. Belian Estate, Desa Nanga Seberuang, Kecamatan Semitau.
OLAH TKP: Pihak Polsek Semitau saat melakukan olah TKP penemuan sesosok mayat di Perumahan Pondok II PT. Belian Estate, Desa Nanga Seberuang, Kecamatan Semitau.
 

SEMITAU – Seorang tenaga medis yang berprofesi sebagai bidan, warga Dusun Lidung, Desa Benuis, Kecamatan Selimbau, berinisial HK (26), ditemukan tak bernyawa. Dia ditemukan dengan kondisi mengenaskan di kamar di Perumahan Pondok II PT Belian Estate, Desa Nanga Seberuang, Kecamatan Semitau, Senin (23/10) sekitar pukul 12.10 WIB.

Camat Selimbau Abdul Hamid membenarkan bahwa ada warganya dari Desa Benuis yang berprofesi tenaga medis perkebunan sawit di PT Belian Estate Nanga Seberuang meninggal.

"Korban itu belum lama bekerja di perkebunan sawit itu. Untuk kronologi meninggalnya saya tidak tahu," katanya, Senin (24/10).

Sementara Nanang Fadli, kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Kapuas Hulu menyampaikan bahwa seorang tenaga medis yang berprofesi sebagai bidan yang ditemukan meninggal tersebut bukanlah di bawah naungan pihaknya.

"Korban itu bidan swasta kerja di Klinik Belian Sawit Semitau. Jadi bukan di bawah naungan Dinas Kesehatan Kapuas Hulu," ucapnya.

Sementara Kapolres Kapuas Hulu AKBP Hendrawan menyampaikan bahwa ada penemuan sesosok mayat perempuan di dalam Perumahan Pondok II PT Belian Estate Desa Nanga Seberuang, Kecamatan Semitau, Senin (23/10) sekira pukul 12.10 WIB.

"Kepolisian juga sudah memeriksa beberapa saksi," kata Kapolres.

Kapolres menceritakan penemuan korban ketika Senin (23/10) sekira pukul 12.10 WIB, salah satu saksi bernama Eviyanti bersama suaminya Wibi pergi ke perumahan pondok II PT Belian Estate sebagai kediaman korban. Keduanya, menurut Kapolres, mendatangi korban untuk memeriksa kandungan Eviyanti.

"Saksi mengetuk pintu depan rumah korban dan memanggil-manggil korban, akan tetapi korban tidak menjawab. Kemudian saksi Eviyanti mencoba membuka pintu belakang (dapur) dengan cara mendorong dan pintu tersebut bisa terbuka. Setelah itu Eviyanti masuk ke dalam rumah dan melihat korban di dalam kamar dengan kondisi terlentang, muka ngembang berwarna hitam, serta hidung dan mulut terdapat darah yang membeku serta kondisi korban menggunakan baju pendek warna krem yang sudah terangkat ke atas serta tidak menggunakan celana," kata Kapolres.

Kapolres mengatakan, setelah itu Eviyanti berteriak meminta bantuan kepada tetangga, menyampaikan bahwa korban telah meninggal dunia. Setelah itu, berdasarkan keterangan saksi, salah seorang karyawan memberitahukan kejadian tersebut kepada Manajer PT PIP Belian Estate yakni Markus. Selanjutnya Manager PT PIP Belian Estate tersebut melaporkan kejadian tersebut kepada jajarannya di Polsek Semitau.

"Atas kejadian tersebut kami langsung mendatangi TKP, mengevakuasi korban,awang garis polisi serta membawa korban ke rumah sakit Semitau untuk dilakukan visum," jelas Kapolres.

Lanjut Kapolres, dari hasil pengecekan TKP oleh personel Polsek Semitau pada jarak kurang lebih 1 meter dari TKP, ditemukan dua jenis obat yaitu merk Omedrinat, merk Ambroxol Hydroc Hloride, dan dua buah kedondong kecil, serta korban mengeluarkan darah di bagian hidung, mulut, dan dubur. Selain itu, pada kamar korban pada saat ditemukan mereka dapati dalam kondisi berserakan dan ditemukan pecahan cermin kecil.

"Bahwa hasil pemeriksaan visum oleh tenaga medis yaitu dr. Citra menerangkan bahwa korban meninggal dunia sudah lebih dari 24 jam dan tidak di temukan tanda-tanda kekerasan. Bahwa menurut keterangan dr. Citra bahwa hasil visum akan keluar hasilnya pada Hari Selasa tanggal 24 Oktober 2023," pungkasnya.

Setelah di lakukan visum oleh tenaga medis selanjutnya pada pukul 21.00 WIB korban dibawa pulang oleh keluarga ke rumah duka di Dusun Lidung, RT. 001 RW. 001 Desa Benuis, Kecamatan Selimbau. (fik)

 

Editor : A'an
#Kapuas Hulu #bidan #tewas