PUTUSSIBAU – Batalyon Raider Khusus 644 Walet Sakti menyiagakan 100 personel dan tiga truk fuso, untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir di Kabupaten Kapuas Hulu.
"Ada 100 personel yang siap bergerak membantu masyarakat yang terdampak banjir.
Kami juga menyiapkan aula apabila sewaktu-waktu dijadikan tempat pengungsian," kata Letkol Inf Benu Supriantoko, komandan Batalyon Raider Khusus 644 Walet Sakti, Rabu (06/12).
Untuk diketahui, banjir yang melanda Kabupaten Kapuas Hulu saat ini, diakui dia, cukup besar.
Dari data yang didapatnya, hampir setiap kecamatan terendam banjir. Meski, sejauh ini belum diketahui pasti jumlah warga terdampak banjir, termasuk jumlah rumah penduduk yang terendam.
Namun, banjir besar yang terjadi pada Selasa (5/12) sore sampai saat ini, diungkapkan dia, masih mengepung sejumlah kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu.
Benu mengatakan, banjir yang sudah menggenangi sejumlah titik di Kabupaten Kapuas Hulu, menyulitkan masyarakat untuk mengakses jalan keluar.
Untuk itu mereka pun menyiapkan tiga truk fuso yang bisa melintasi genangan air di saat sejumlah akses jalan terputus akibat banjir.
Truk fuso bisa digerakkan mereka untuk mobilisasi dalam membantu masyarakat terdampak banjir.
Bahkan prajurit Raider Khusus 644 Walet Sakti telah disiagakannya untuk membantu masyarakat yang memerlukan bantuan evakuasi.
Saat ini mereka juga sudah menyiapkan tempat pengungsian, apabila ada masyarakat yang membutuhkan tempat pengungsian akibat tempat tinggalnya terendam banjir.
"Prajurit yang disiagakan itu sewaktu-waktu bisa digerakkan membantu masyarakat dan bagi yang membutuhkan pengungsian kami sudah menyiapkan, kebetulan di Markas Batalyon kami berada di dataran cukup tinggi," ujarnya.
Pihaknya bahkan terus berupaya hadir untuk membantu dan meringankan beban masyarakat, terutama dalam situasi bencana seperti ini.
Sementara itu, hal yang sama juga dilakukan oleh Kodim 1206 Putussibau yang menyiapkan posko bencana banjir dan menyiapkan sejumlah personel untuk disiagakan yang sewaktu-waktu bisa digerakkan untuk membantu masyarakat.
Seperti diberitakan sebelumnya, (Pj) Danramil 1206-12/Kalis Serma Abdul Hamid bersama anggota Koramil meninjau sejumlah lokasi yang terdampak banjir luapan air Sungai Kapuas akibat intesitas hujan yang tinggi, beberapa hari terakhir ini, 28 November lalu.
Peninjauan ini dilakukan bersama Camat Bika ke wilayah-wilayah yang tergenang air. Wilayah yang ditinjau salah satunya di Jembatan Sungai Liuk, Kecamatan Bika.
"Untuk motor sudah tidak bisa lewat mobil pun hanya tertentu yang bisa lewat," katanya.
Hamid mengatakan, wilayah kerjanya sendiri ada dua kecamatan yakni Kecamatan Bika dan Kalis, sementara untuk di Kecamatan Bika dari hasil pemantauan mereka ada liima desa yang sudah terendam banjir di antaranya Desa Bika Hulu, Desa Bika, Desa Melapi Manday, Desa Jongkong Manday, dan Desa Nanga Manday.
"Untuk 2 desa tadi malam sudah kami datangi dengan Pak Camat," katanya.
Hamid mengatakan, bencana banjir di wilayahnya tersebut merupakan banjir musiman dan terjadi apabila hujan turun dengan intensitas tinggi dan lebat, sehingga sungai Kapuas yang tidak mampu menampung sehingga mengakibatkan banjir.
Dia mengatakan, tujuan diadakan peninjauan ini selain mengetahui secara langsung dampak luapan air Sungai Kapuas, juga mengimbau kepada warga agar selalu waspada dengan datangnya air tersebut.
“Kami harap kepada warga yang terkena banjir ini agar selalu waspada dan dapat mengantisipasi debit air yang datang.
Jika air ini meningkat lagi, warga seyogyanya harus berpindah mencari tempat yang lebih aman,” imbau Hamid.
Dia menambahkan, dengan adanya kejadian ini anggota Koramil beserta instansi terkait tetap disiagakan dan rutin melaksanakan patroli untuk memantau perkembangan terkini.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Polsek Kalis maupun Bika serta instansi terkait, agar bersiaga saat ini serta dapat mengetahui perkembangan di wilayah.
Dengan selalu berpatroli diharapkan masyarakat lebih tenang dalam menghadapi bencana ini,” kata Danramil.
Akibat banjir tersebut beberapa akses jalan mulai terputus. Ada beberapa pemukiman warga ada yang tergenang air.
Kerugian akibat luapan sungai Kapuas di wilayahnya sendiri untuk kerugian jiwa nihil. Sedangkan untuk kerugian materiil belum dapat diperkirakan.(fik)
Editor : A'an