PONTIANAK POST - Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu kembali menegaskan akan terus memperjuangkan legalitas secara hukum pengelolaan daun kratom atau disebut daun purik di wilayah Kapuas Hulu.
Wakil Bupati Kabupaten Kapuas Hulu, Sukardi menyampaikan bahwa, dari dulu hingga sekarang ini Pemerintah Daerah Kapuas Hulu terus memperjuangkan bagaimana legalitas daun kratom tersebut.
"Kita akan terus berkerja sama dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, untuk membuat legalitas daun kratom, karena mengingat daun kratom merupakan sebagai matapencaharian andalan bagi sejumlah masyarakat Kapuas Hulu," katanya.
Menurut Wabup, daun kratom sangat dorong perkembangan perekonomian masyarakat Kapuas Hulu itu sendiri "Maka dari kami akan terus berupaya untuk melegalisasi daun kratom," ungkapnya.
Seorang petani daun kratom Kapuas Hulu, Alex menyampaikan harga daun kratom saat ini, masih bisa andalan untuk menambahkan kebutuhan hidup rumah tangga.
"Harga daun kratom di Kapuas Hulu bervariasi, seperti masih berbentuk daun atau mentahan harga mencapai Rp 4-6 ribu perkilogram, dan remahan sudah di jemur dan di mesin seharga Rp 17-18 ribu perkilogram," ujarnya.
Namun, diharapkan agar harga daun kratom masih lebih mahal lagi, mengingat harga-harga sembako semakin mahal. "Setidaknya harga daun kratom dengan harga sembako berimbang," ungkapnya.
Ditambahkan Supardi Petani Kratom Kecamatan Embaloh Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu berharap harga daun kratom tidak terdampak terhadap kenaikan biaya impor di Negara Amerika Serikat. "Kami berharap harga daun kratom semakin baik di petani, dan sekarang harga daun kratom yang keramahan sekitar Rp 17-18 ribu perkilogram," ujarnya.
Dijelaskan Supardi, untuk saat ini harga Rp 17 ribu perkilogram sudah cukup baik di kalangan petani, namun diharapkan bisa lebih baik lagi. "Kalau hasil kratom selama ini cukup untuk keluarga," ucapnya.
Maka dari itu diharapkan, jangan sampai harga daun kratom menurun atau murah akibat mahalnya biaya impor di AS. "Sekarang ini daun kratom masih menjadi matapencaharian andalan bagi kami," ungkapnya.
Dirinya berharap kepada pemerintah agar bisa menyelamatkan harga daun kratom, jangan sampai terdampak atas kebijakan Presiden Amerika Serikat terkait biaya impor yang baru ini. "Kalau terdampak maka, yang lebih sakit adalah kami sebagai petani daun kratom, dan matapencaharian andalan bagi kami adalah daun kratom, maka diharapkan jangan mengalami penurunan harga," pungkasnya. (fik)
Editor : Hanif