Kereta Api Kalimantan Dimulai dari Kaltara, Ditarget Terhubung hingga IKN

PONTIANAK POST - Pemerintah mendorong pembangunan jaringan kereta api pertama di Kalimantan dengan titik awal di Kalimantan Utara (Kaltara), yang direncanakan menghubungkan Malinau, Tana Tidung, dan Tanjung Selor melalui investasi sekitar Rp25 triliun.
Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, mengatakan satu investor nasional telah menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah untuk merealisasikan proyek tersebut.
"Insyaallah investor untuk pembangunan jaringan kereta api akan masuk di Kaltara. Itu direncanakan mulai dari Malinau-Tana Tidung sampai ke Tanjung Selor, Bulungan," ujar Zainal, Kamis (30/4/2026), dikutip dari Radar Tarakan.
Rencana itu menjadi harapan baru bagi masyarakat di wilayah pedalaman dan perbatasan yang selama ini masih bergantung pada transportasi darat dan sungai dengan waktu tempuh relatif panjang.
Ditarget Tersambung ke IKN
Pemerintah Provinsi Kaltara berharap pembangunan jalur kereta api tidak berhenti di wilayahnya, tetapi berlanjut hingga terkoneksi dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Menurut Zainal, jaringan tersebut diharapkan menjadi bagian dari sistem transportasi terpadu yang menghubungkan berbagai wilayah di Pulau Kalimantan.
"Harapannya juga bisa sampai ke Brunei Darussalam dan Malaysia," katanya.
Jika terwujud, jalur kereta api tersebut tidak hanya memperkuat konektivitas antardaerah, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi kawasan perbatasan dan jalur logistik lintas negara.
Didukung Pemerintah Pusat
Dorongan pembangunan kereta api di luar Pulau Jawa juga datang dari pemerintah pusat sebagai bagian dari pemerataan infrastruktur nasional.
Zainal mengatakan dukungan itu disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).



