PONTIANAK POST - Mobil Dinas Samapta Polres Kapuas Hulu Kapuas Hulu mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Sungai Mali, Desa Seberu, Kecamatan Silat Hilir, Kamis (5/6) kemarin. Parahnya lagi, pemberitaan di salah satu media sudah beredar, jika mobil dinas yang kecelakaan tersebut dituding membawa alat-alat PETI. Kabar tersebut pun langsung ditepis Kapolres Kapuas Hulu AKBP Roberto Aprianto Uda.
“Berita itu menyesatkan. Itu bukan alat PETI tetapi itu alat Tactical Voice Commander (TVC) yang kita ambil dari Mako DitSamapta Polda Kalbar di Pontianak,” katanya saat dikonfirmasi via telpon.
Kapolres menegaskan, pengambilan alat Tactical Voice Commander (TVC) sesuai dengan Surat Perintahnya Nomor: Sprin/568/V/PAM.5.1.1./2025 tanggal 28 Mei 2025.
“Jadi masyarakat juga harus cerdas dan cermat dalam membaca suatu berita. Kita berharap masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat. Lagipula media yang memberitakan soal ini tidak pernah konfirmasi ke kita,” kesalnya.
Sementara Kasat Samapta Polres Kapuas Hulu AKP Febri Pardiansyah memberikan klarifikasi resmi terkait kegiatan pengambilan Tactical Voice Commander (TVC) dari Mako DitSamapta Polda Kalbar di Pontianak ke Polres Kapuas Hulu. Dijelaskannya, perjalanan dimulai pada Kamis, 5 Juni 2025 pukul 21.30 WIB dari Pontianak menuju Kapuas Hulu.
Rombongan sempat berhenti di beberapa titik untuk beristirahat, antara lain di Kabupaten Sanggau pukul 01.30 WIB, Kabupaten Sintang pukul 03.45 WIB, serta Simpang Silat pukul 05.37 WIB. Namun, pada pukul 06.27 WIB, di wilayah Desa Seberu, Sungai Mali, terjadi kecelakaan yang melibatkan kendaraan dinas Polri yang membawa peralatan tersebut.
AKP Febri Pardiansyah menegaskan bahwa dalam kejadian kecelakaan tersebut tidak terdapat korban jiwa, dan situasi tetap terkendali dan kondusif. Seluruh personel yang terlibat dalam perjalanan yakni Bripda M. Fajar Puja Satya, Bripda Yusril N, dan Bripda Setyo Budi Wibowo dalam keadaan selamat.
“Barang itu baru saja diambil dari Mako DitSamapta Polda Kalbar di Pontianak, bukan seperti yang diberitakan secara keliru di salah satu media,” ujarnya yang berharap masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat dan senantiasa menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang. (fik)
Editor : Hanif