Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Jalan Rp191 Miliar Badau–Empanang Rusak Parah Padahal Baru Dibangun, Warga Minta Usut

Taufik As • Sabtu, 19 Juli 2025 | 16:13 WIB
Kondisi jalan Badau-Empanang yang belum lama selesai dibangun ini sudah hancur.
Kondisi jalan Badau-Empanang yang belum lama selesai dibangun ini sudah hancur.

 

PONTIANAK POST - Kurang lebih setahun dikerjakan PT Adhi Karya, pembangunan jalan nasional di perbatasan Indonesia–Malaysia menghubungkan Kecamatan Badau dan Empanang di Kabupaten Kapuas Hulu sudah rusak parah. Kerusakan terjadi di beberapa titik, bahkan ada yang berlubang tanpa diperbaiki perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Adhi Karya.

Kondisi yang terjadi pada pembangunan jalan perbatasan tersebut membuat warga perbatasan meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pengerjaan yang menghabiskan Rp191 miliar dana APBN tersebut.

"Seharusnya memang begitu (diusut tuntas). Jalan negara itu dititip ke pemerintah daerah untuk memeriksa pengerjaan yang ada.  Sekaligus bisa menata rapi pengerjaan jalan tersebut," kata Didi Warga Perbatasan Kecamatan Empanang, Jumat (18/7).

Ia mengatakan, masyarakat perbatasan benar-benar mengeluh dengan kondisi jalan negara yang sudah dibangun saat ini namun belum lama dibangun sudah rusak.

"Masyrakat juga mengeluh dan diiming-imingi jalan bagus hingga ke Badau. Namun lihat jalan sudah seperti itu (rusak) makanya tidak salah jika masyarakat  komplain," ungkapnya.

Didi mengatakan, bahwa dari pelaksana informasi nya akan melakukan rehab terhadap beberapa titik jalan yang rusak tersebut, tetapi sampai hari ini belum dilakukan.

"Ada belasan titik jalan yang rusak. Sebenarnya sebelum jalan ini rusak parah, seharusnya pihak kontraktor sudah harus memperbaikinya," ungkapnya.

Sebelumnya Camat Empanang, Herman Goe menyampaikan ruas jalan Badau – Empanang yang belum lama dibangun PT Adhi Karya sudah mulai ada yang rusak.

“Kerusakan jalan tersebut di dekat disimpang empat PT SKK kurang lebih satu kilometer,” katanya, Selasa (29/4) lalu.

Herman mengatakan, memang ada beberapa titik jalan yang dibangun sebelumnya pun tidak ada perbaikan.

“Sekarang dua titik dimusim hujan ini, mungkin tidak lama lagi akan rusak serius,” tuturnya.

Dirinya berharap terhadap beberapa titik jalan yang rusak ada segera perbaikan dari perusahaan karena sebelum lebaran kemarkn mereka perbaiki hanya saja tidak sampai di Badau area SMKN 1 Badau.

“Semoga masih ada perbaikan jalan ini dari perusahaan,” tuturnya.

Sementara itu Pane Pasogit Camat Badau meminta kepada dinas terkait agar dapat mengecek langsung kondisi jalan ini.

“Kalau memang ada kelalaian pelaksana tentu harus bisa bertanggungjawab, karena masyarakat sangat resah dan merasa dirugikan,” keluhnya.

Pria disapa Ogit ini mengatakan, untuk mendapatkan pembangunan jalan di wilayah utara ini masyarakat Perbatasan harus menunggu kurang lebih 76 Tahun sejak indonesia merdeka.

“Begitu ada proyeknya malah hanya bisa bertahan seumur jagung. Kalau sudah rusak begini apakah kita harus menunggu puluhan tahun lagi untuk dapat akses jalan yang bagus, apalagi ini jalan paralel perbatasan menjadi lebih ironis lagi kondisinya seperti ini,” jelasnya.

Sebagai informasi, pembangunan ruas jalan nasional di daerah perbatasan RI-Malaysia Kecamatan Badau- Empanang wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat mulai dilaksanakan dengan anggaran Rp191 miliar bersumber dari APBN tahun 2021.

Ruas jalan Badau-Empanang itu dibangun dengan panjang 33,6 kilo meter dan lebarnya 6 meter dengan masa pekerjaan selama dua tahun saat itu. (fik)

Editor : Miftahul Khair
#Kapuas Hulu #rusak #jalan #BADAU #proyek