PONTIANAK POST – Tradisi pantun Melayu di Kapuas Hulu kini resmi terdokumentasi dalam bentuk buku.
Karya berjudul Aboh Bepatun hasil tulisan Muhammad Kasim (75), warga Kelamin Hulu, Kecamatan Putussibau Selatan, diluncurkan di Aula Kampus Polnep Kapuas Hulu, Jumat (19/9).
Peluncuran buku setebal 56 halaman ini dihadiri perwakilan Pemkab Kapuas Hulu, anggota DPRD, Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kapuas Hulu dan Kalbar, komunitas Serumpun Bepantun, organisasi masyarakat, dan tamu undangan lainnya.
Buku ini memuat beragam jenis pantun, mulai dari pantun umpama, pergaulan, nasihat, nasib, percintaan, hingga pantun adat.
“Mudah-mudahan buku pantun ini bermanfaat bagi generasi muda di Kapuas Hulu agar gemar berpantun,” ujar Kasim.
Ia mengungkapkan perjuangan di balik terbitnya buku ini. “Saya sempat meminta dukungan dari dinas terkait, tapi tidak ditanggapi. Alhamdulillah, berkat bantuan orang-orang baik, buku ini akhirnya bisa diluncurkan,” katanya.
Asisten III Setda Kapuas Hulu, Nazaruddin, mewakili Pemkab menyambut baik penerbitan buku ini.
“Ini menambah khazanah sastra di Kapuas Hulu. Budaya berpantun sudah menjadi tradisi yang harus terus dilestarikan,” ujarnya.
Ketua Panitia Launching, M. Hatta, juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung.
Ia berharap pemerintah daerah dan DPRD dapat memberi perhatian pada karya ini. “Ke depan, akan ada buku-buku lanjutan yang memerlukan dukungan agar bisa terwujud,” kata Hatta. (fik)
Editor : Hanif