PONTIANAK POST - Anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu Andi Aswad meminta lembaga perbankan khususnya Bank Kalbar dapat mempermudah akses pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kapuas Hulu.
"Kita minta Bank Kalbar jangan mempersulit akses peminjaman KUR untuk masyarakat. Justru mereka mempermudah UMKM untuk mendapatkan modal," katanya, Rabu (24/9).
Dikatakan, saat ini masih banyak para pelaku usaha kecil sulit berkembang karena keterbatasan modal yang sulit didapatkan.
Menurutnya, jika Bank Kalbar mempermudah akses permodalan dana KUR bagi pelaku UMKM, tentunya akan menjadi penopang dan penggerak perekonomian di Kapuas Hulu.
Baca Juga: TMI Kapuas Hulu Resmi Dilantik, Daud Yordan: Dorong Kemajuan Pertanian dan Sinergi dengan Pemerintah
"Bank Kalbar tidak boleh memprioritaskan peminjaman kredit yang bersifat konsumtif seperti gadai SK dan lainnya," ujarnya.
Menurutnya, KUR merupakan kredit kepada UMKM dalam bentuk pemberian modal kerja dan investasi yang didukung fasilitas pinjaman untuk usaha produktif. Pemberian KUR sekaligus dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM.
"Bagi UMKM, penyaluran KUR sebagai modal usaha ini sangat berarti. Para pelaku UMKM ini biasanya terkendala akses ke perbankan, padahal itu yang sangat mereka butuhkan," ujar Andi.
Politisi Demokrat ini berharap, Bank Kalbar dapat menggali sedikit potensi ekonomi di Kapuas Hulu ini sehingga dana KUR dapat terserap di kalangan masyarakat.
"Banyak saya temukan dilapangan, bahwa lebih banyak perbankan milik BUMN lebih mudah dan fleksibel dalam membantu pengembangan usaha pelaku UMKM dalam pencairan dana KUR ketimbang Bank milik daerah," ujarnya.
Baca Juga: Sidang Pledoi, PH Minta 14 Terdakwa Pengeroyokan di Kapuas Hulu Dibebaskan
Ia mengatakan, penyaluran KUR ke pelaku UMKM akan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Mantan Anggota DPRD Provinsi Kalbar ini juga menilai upaya tersebut membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, akademisi, serta masyarakat luas.
"UMKM ini kan sudah terbukti ikut mendorong perekonomian nasional. Bahkan mampu bertahan dari pandemi. Karena itu, semua pihak perlu memberikan dukungan," tegasnya.
Selain itu, lanjutnya, pemerintah dan lembaga terkait perlu menyediakan program pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM. Tujuannya agar mereka mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi bisnis.
"Dengan literasi digital yang baik, pelaku UMKM dapat lebih mudah memasarkan produknya melalui platform online, sekaligus mengakses pasar yang lebih luas
Maka dari itu dirinya berharap kepada pimpinan Bank Kalbar di Kapuas Hulu secara umum pimpinan Bank Kalbar agar permasalahan permodalan dana KUR bagi pelaku UMKM dapat menjadi prioritas bagi Bank milik daerah. (fik)
Editor : Miftahul Khair