PONTIANAK POST - Tenaga guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar yang bertugas di Kapuas Hulu mempertanyakan soal Tambahan Penghasilan (Tamsil) dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) mereka tak kunjung dibayarkan oleh Dinas Pendidikan Kalbar.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar akhirnya disebut seakan 'lempar bola' ketika para guru PPPK Kalbar mempertanyakan hal itu.
"Mengenai PPPK Pemprov Kalbar, TPP kami sudah jalan 4 bulan belum ada kabar pencairannya dan Tamsil sudah setahun belum ada juga kejelasannya," kata salah satu guru PPPK yang mengajar SMA di Kapuas Hulu yang enggan disebutkan namanya.
Ia mengatakan, ketika pihaknya meminta kejelasan kepada Diknas Kalbar terkait TPP dan Tamsil ini, bukan jawaban yang memuaskan yang mereka dapatkan justru dari pihak seakan 'lempar bola'.
"Orang Dinas Pendidikan Kalbar ditanya tak ada kejelasannya dan lempar sana sini ketika di tanya soal Tamsil dan TPP, " ujarnya yang berharap agar Gubernur dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat turun tangan langsung untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Hal serupa diungkapkan guru PPPK yang mengajar di salah satu SMA di Kapuas Hulu, menyampaikan bahwa benar untuk TPP dan Tamsil mereka belum dibayarkan oleh Dinas Pendidikan Kalbar, hingga berita ini diturunkan.
"Untuk Tamsil dari kami lulus PPPK tahun 2024 hingga sekarang belum dibayarkan. Kalau TPP dari bulan Juli 2025 belum dibayarkan juga, " ujarnya.
Ia mengatakan, para guru PPPK yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kalbar hanya ingin kejelasan saja terhadap TPP dan Tamsil itu.
"Kalau TPP dan Tamsil ini tidak ada lagi, dari Dinas Pendidikan Kalbar sampaikan saja, " ucapnya.
Namun sebagai guru di pelosok, dirinya sangat berharap agar TPP dan Tamsil ini dapat dibayarkan, karena jumlahnya juga lumayan untuk menyambung hidup dan kebutuhan yang ada.
"Kita berharap pembayaran TPP dan Tamsil ini lancarlah, " pungkasnya. (fik)
Editor : Hanif