PONTIANAK POST - Yayasan Media Insan Kalimin selaku lembaga yang menaungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kapuas Hulu Putussibau Selatan, Kedamin 2 dinonaktifkan sementara. Hal tersebut menjadi buntut setelah sebanyak 19 orang anak diduga keracunan usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (4/11).
Berdasarkan data dari RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau, sudah ada 19 orang anak yang diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG). Dr Herlina Direktur RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau menyampaikan, bahwa pihaknya ada menerima pasien dengan dugaan keracunan MBG yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 14.30 Wib, Selasa (4/11).
"Di mana beberapa anak yang datang ke IGD, kemudian disusul lagi berberapa anak kembali. Sampai terakhir pukul 01.00 malam. Jadi total yang dirawat saat itu ada 19 anak, " katanya, Rabu (5/11).
Herlina mengatakan, dari 19 orang anak tersebut, tinggal 1 orang lagi yang masih dirawat, sementara yang lain sudah pulang.
"Jadi yang dirawat inap mengalami dehidrasi berat, sementara yang sudah pulang itu hanya mengalami mual dan muntah, " ucapnya.
Herlina mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah anak-anak ini mengalami keracunan akibat dari MBG dan pihaknya belum bisa menjelaskan soal itu.
"Jadi sampel makanan sendiri sudah diambil oleh Dinas Kesehatan. Untuk selanjutnya mungkin dari Dinas Kesehatan yang bisa menjelaskan, " ujarnya.
Lanjut Herlina, dari pihaknya hanya menduga kemungkinan anak-anak ini keracunan MBG, karena ada kontaminasi terhadap makanan yang dimakan oleh anak tersebut.
"Bisa terkontaminasi jamur, bakteri dengan makanan itu. Apalagi makanan itu ada protein nabati maupun hewani yang mudah mengalami kontaminasi zat tertentu, " tuturnya.
Sementara itu Koordinasi Wilayah Badan Gizi Nasional (BGI) Kabupaten Kapuas Hulu, Sony Deviandi Putra menegaskan, pihaknya menonaktifkan sementara SPPG Kapuas Hulu Putussibau Selatan, Kedamin 2, yang dikelola oleh Yayasan Media Insan.
"Nanti saya akan datang kesana, untuk melihat situasi tempat pengelolaan makanan MBG tersebut, saat ini masih fokus menangani pasien yang dirawat di rumah sakit, karena ini yang lebih penting," katanya.
Sony mengatakan, pihaknya akan memanggil seluruh SPPG di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, untuk evaluasi agar tidak terjadi lagi seperti ini.
"Saya yakin apabila SOP dijalani dengan baik, tidak akan terjadi seperti ini, karena kami terus melakukan evaluasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik," tuturnya. (fik)
Editor : Miftahul Khair